Menuju konten utama

LPS Sebut Jumlah Rekening Dormant Naik, Potensi Disalahgunakan

Meningkatnya rekening tidak aktif terjadi beriringan dengan pertumbuhan inklusi keuangan dan pembukaan rekening baru.

LPS Sebut Jumlah Rekening Dormant Naik, Potensi Disalahgunakan
Anggito Abimanyu di ruang tunggu Gedung KPK Jakarta, Senin 11/8. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

tirto.id - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS), Anggito Abimanyu, menyatakan, jumlah rekening tidak aktif (dormant) belakangan ini makin meningkat. Hal ini ia nyatakan saat rapat di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).

"Jumlah rekening tidak aktif meningkat, Bapak Ibu sekalian, meskipun dari sisi pertumbuhannya menurun, kami tidak menyampaikan angkanya karena ini cukup confidential," sebutnya.

Ia menuturkan, meningkatnya rekening tidak aktif terjadi beriringan dengan pertumbuhan inklusi keuangan dan pembukaan rekening baru.

Menurut Anggito, peningkatan rekening tidak aktif perlu diwaspadai oleh pihak terkait. Rekening tidak aktif didefinisikan berdasarkan periode tertentu tanpa aktivitas transaksi.

LPS menggunakan ukuran satu tahun untuk menentukan status rekening tersebut. Sementara itu, terdapat perbedaan definisi dengan lembaga lain, yaknii PPATK.

"Tidak aktif itu ukurannya saldo tertentu dalam waktu satu tahun. Kalau PPATK menghitung tiga bulan, kami menghitung satu tahun kalau rekening tidak aktif," tuturnya.

Anggito menekankan, rekening tidak aktif memiliki potensi risiko tertentu, yakni kemungkinan penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab. LPS bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) disebut telah melakukan berbagai kajian terkait fenomena tersebut.

"Ini kami sudah melakukan berbagai macam pertemuan dan juga kajian bahwa kalau rekening tidak aktif itu punya potensi untuk disalahgunakan," kata dia.

Karena itu, Anggito menilai, literasi keuangan perlu ditingkatkan kepada masyarakat agar rekening yang dibuka tetap aktif dan digunakan secara optimal.

Baca juga artikel terkait REKENING DORMANT atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama