tirto.id - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS), Anggito Abimanyu, menyatakan, jumlah rekening tidak aktif (dormant) belakangan ini makin meningkat. Hal ini ia nyatakan saat rapat di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).
"Jumlah rekening tidak aktif meningkat, Bapak Ibu sekalian, meskipun dari sisi pertumbuhannya menurun, kami tidak menyampaikan angkanya karena ini cukup confidential," sebutnya.
Ia menuturkan, meningkatnya rekening tidak aktif terjadi beriringan dengan pertumbuhan inklusi keuangan dan pembukaan rekening baru.
Menurut Anggito, peningkatan rekening tidak aktif perlu diwaspadai oleh pihak terkait. Rekening tidak aktif didefinisikan berdasarkan periode tertentu tanpa aktivitas transaksi.
LPS menggunakan ukuran satu tahun untuk menentukan status rekening tersebut. Sementara itu, terdapat perbedaan definisi dengan lembaga lain, yaknii PPATK.
"Tidak aktif itu ukurannya saldo tertentu dalam waktu satu tahun. Kalau PPATK menghitung tiga bulan, kami menghitung satu tahun kalau rekening tidak aktif," tuturnya.
Anggito menekankan, rekening tidak aktif memiliki potensi risiko tertentu, yakni kemungkinan penyalahgunaan oleh pihak tidak bertanggung jawab. LPS bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) disebut telah melakukan berbagai kajian terkait fenomena tersebut.
"Ini kami sudah melakukan berbagai macam pertemuan dan juga kajian bahwa kalau rekening tidak aktif itu punya potensi untuk disalahgunakan," kata dia.
Karena itu, Anggito menilai, literasi keuangan perlu ditingkatkan kepada masyarakat agar rekening yang dibuka tetap aktif dan digunakan secara optimal.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





































