tirto.id - Halaman parkir milik masjid di Jalan Raya Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah menyerupai tempat penitipan kendaraan. Lahan itu penuh sesak oleh motor dan mobil pemudik yang singgah melepas penat. Kendaraan pun silih berganti keluar-masuk area masjid besar yang berdiri di Kompleks Perguruan Muhammadiyah tersebut.
Situasi ini terjadi saat gelombang arus balik Lebaran 2026 tengah memuncak pada 28 – 29 Maret 2026 lalu. Hingga Sabtu malam, 28 Maret 2026, arus pemudik terpantau masih ramai berdatangan di posko tersebut. Banyak pemudik pergi balik ke perantauan seiring rutinitas kantor dan sekolah yang segera akan kembali berjalan.
Pengelola Posko Mudikmu Aman dari Lazismu Pusat, Rudi Susanto, mengatakan kepadatan pemudik di Brebes kerap mencapai titik tertinggi saat malam. Kondisi ini juga terpantau di Posko Mudikmu Aman yang berdiri di Merak.
Pengelola mencatat sekitar 13.000 pemudik telah memanfaatkan layanan di Posko Mudikmu Aman Lazismu Paguyangan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
"Ada empat ribuan kendaraan pemudik, terdiri dari roda dua dan roda empat, yang keluar-masuk untuk singgah [di posko]," kata Rudi.
Keramaian seperti itu bukan pemandangan baru di Posko Lazismu Paguyangan yang setiap tahun menjadi titik singgah ribuan pemudik. Apalagi lokasi posko berada di jalur strategis antarkota dan antarprovinsi yang melintasi Paguyangan.
Menurut Penanggung Jawab Posko Mudikmu Aman, Amiruddin, mayoritas kendaraan roda dua maupun empat bergerak menuju Jakarta dan Bandung. Hal ini berdasarkan pantauan amil Lazismu di perempatan Buntu, Banyumas, Jawa Tengah.
Alih-alih melaju ke Jakarta lewat Bandung, sebagian pemudik sudah membelok lewat jalur Paguyangan sejak di Jatilawang, Banyumas. Meski begitu, kepadatan tidak bisa dihindari di ruas Ajibarang, Banyumas.
Letak geografis yang strategis menjadikan Posko Mudikmu Aman Lazismu di Paguyangan sebagai titik istirahat ideal. Menurut Amiruddin, pemudik asal Yogyakarta dan Solo Raya yang bergerak dari pagi hingga malam biasanya tiba di Banyumas dalam kondisi lelah.
“Di Posko Mudikmu Aman inilah mereka memilih untuk singgah istirahat setelah menempuh perjalanan dua jam dari arah Banyumas. Banyumas ini seperti wilayah yang ada di tengah antara Kabupaten Brebes dan Kebumen dari arah Yogya dan Solo Raya," ujarnya.
Lazismu menyiapkan posko di Brebes jauh hari sebelum puncak arus mudik tiba, tepatnya sejak 15 Maret 2026. Di posko itu, kata Amiruddin, pemudik mendapatkan fasilitas gratis berupa air bersih, toilet umum, toilet difabel, pengisian daya, hingga obat-obatan dan P3K. Layanan ambulans untuk situasi darurat pun tersedia.
Ada juga layanan cek dan konsultasi kesehatan. Pemudik bisa memanfaatkan layanan cek gula darah, kolesterol, asam urat, dan tekanan darah secara gratis.
Amiruddin menambahkan, area parkir yang luas dan nyaman membuat para pemudik bisa beristirahat dengan tenang sekaligus menunaikan salat di masjid berlantai dua.
Salah satu pemudik, Ahmad, mengaku terbantu dengan keberadaan Posko Lazismu Brebes. Apalagi pengelola posko menggandeng warga untuk berjualan secara tertib di tempat yang bersih sehingga ia dan keluarganya bisa makan dan minum dengan nyaman.
"Layanan yang disediakan lengkap dengan masjid yang luas, bersih dan nyaman," ujarnya.
Di Cilegon–Merak, Banten, Posko Mudikmu Aman Lazismu juga aktif beroperasi melayani para pemudik. Di posko ini, petugas dan relawan berjaga selama 12 hari penuh dengan dukungan tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.
Koordinator Posko Lazismu Merak, Muhammad Rifai, menjelaskan bahwa layanan tidak hanya ditujukan bagi pengguna kendaraan pribadi. Pemudik yang menggunakan transportasi umum, termasuk yang melanjutkan perjalanan dengan kapal laut menuju Sumatra, turut mendapatkan perhatian dari petugas yang bersiaga.
Rifai menyebut, sebanyak 148 pemudik memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia, mulai dari pijat refleksi, cek kesehatan, hingga informasi jalur pemudik. Dari jumlah itu, 63 pemudik singgah khusus untuk pemeriksaan kesehatan akibat kelelahan di perjalanan.
"Sebelum lebaran pemudik singgah dan beristirahat sambil menikmati takjil pada waktu berbuka puasa,” tambahnya.
Selama memantau kondisi Posko Mudikmu Aman di Merak, Rudi menyimpulkan konsentrasi pemudik terpusat di area dermaga. Ia pun membuka kemungkinan untuk memindahkan posko ke ruang tunggu pada tahun depan, agar jangkauan manfaatnya makin luas.
Sebagai informasi tambahan, Posko Mudikmu Aman dari Lazismu juga hadir di berbagai titik lain. Setiap posko tersebut dikelola oleh Lazismu daerah dan wilayah, dengan menggandeng berbagai pihak sebagai mitra kolaborasi.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































