tirto.id - Ledakan terdengar di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, setelah serangan balasan dari Iran ke Amerika Serikat diluncurkan, Sabtu (28/12/2026). Dilansir dari AFP, dentuman keras itu terjadi beberapa kali.
Sampai saat ini, belum dapat dipastikan mengenai penyebab ledakan tersebut dan apakah ada korban dari peristiwa tersebut.
Dilansir dari Al Jazeera, ledakan itu juga terjadi di Manama yang merupakan ibu kota Bahrain. Berdasarkan berbagai foto yang beredar, terlihat rudal menghantam area di sekitar pangkalan angkatan laut AS.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengaktifkan sirine di seluruh negeri dan menyerukan warga serta penduduk untuk segera berlindung di tempat aman.
Serangan ini pun disebut yang paling luas dan terkoordinasi sejak perseteruan Iran dan Israel pada Juni 2025. Dengan serangan balasan yang kini meluas, kawasan ini berada di ambang konflik regional dan tidak terduga.
Diketahui, Iran melakukan serangan balik kepada Amerika Serikat (AS) di sejumlah fasilitas militer di Timur Tengah. Sejumlah pasukan AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi sasaran serangan balik tersebut.
Sebagaimana dilansit dari AFP, Sabtu (28/2/2026), Bahrain mengonfirmasi bahwa markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS terkena serangan tersebut. Armada Kelima AS itu bermarkas di Bahrain dan menjadi salah satu instalasi militer utama Washington di kawasan Teluk.
“Pusat layanan Armada Kelima menjadi sasaran serangan rudal. Kami akan memberikan detailnya nanti,” ungkap Pusat Komunikasi Nasional Bahrain.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































