Menuju konten utama

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Bali Tembus 7,1 Juta Orang

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan ini adalah angka tertinggi antara 2015-2025. Bahkan melampaui titik kunjungan wisatawan tertinggi pada tahun 2019.

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Bali Tembus 7,1 Juta Orang
Gubernur Bali, Wayan Koster, ketika berdialog dengan wisatawan dan pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Gianyar, Jumat (01/01/2025). Foto/Humas Pemerintah Provinsi Bali

tirto.id - Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkap kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sepanjang tahun 2025 mencapai 7.050.314 orang melalui jalur udara. Jumlah itu naik sebanyak 11,3 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan 6.333.360 orang. Data tersebut dihimpun dari BPS Provinsi Bali dan PT. Angkasa Pura per 31 Desember 2025.

Dari angka tersebut, lonjakan terbesar secara month-to-month terjadi pada Januari (26,2 persen), April (17,5 persen), Juni (22,5 persen), dan Desember (13,3 persen). Dengan data tersebut, Koster juga membantah bahwa Bali ada dalam kondisi sepi.

“Ini angka tertinggi yang dicapai. Rekor ini. Saya punya data dari 2015 sampai sekarang 2025, sebelum pandemi itu tertinggi tahun 2019, yang mencapai 6,27 juta. Sebelum itu lebih rendah lagi. Jadi rupanya Bali tetap menjadi daya tarik kuat di masyarakat dunia, sehingga apa pun isunya, ternyata wisatawan asing itu tetap pilih Bali,” kata Koster dalam keterangannya, Jumat (02/01/2026).

Selain melalui udara, kunjungan wisatawan mancanegara melalui jalur laut dengan kapal pesiar (cruise) juga mengalami peningkatan. Menurut data dari Pelabuhan Benoa yang diterima oleh Koster, jumlah wisatawan mancanegara melalui jalur laut mencapai sekitar 71.000 orang, dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 53.000.

“Kalau kedatangan wisatawan mancanegara dari udara ditambah dengan kedatangan dari laut, jumlahnya mencapai 7,1 juta lebih. Ini kita tidak menghitung yang dari darat,” ujarnya.

Namun, kunjungan wisatawan Nusantara justru mengalami penurunan. Jika sebelumnya kunjungan wisatawan Nusantara pada tahun 2024 mencapai 10,1 juta orang, Koster mengungkap kunjungan wisatawan Nusantara pada tahun 2025 hanya mencapai 9,28 juta orang atau turun sekiranya 700 ribu orang.

“Kalau ditotal, kedatangan wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara di tahun 2025 ke Bali mencapai sekitar 16,38 juta orang atau menurun dibandingkan tahun 2024, yang mana jumlah total kunjungannya berada di angka 16,4 juta orang. Kira-kira turun 121 ribu atau 0,7 persen,” terang Koster.

Koster mengungkap, tantangan untuk mendongkrak angka wisatawan adalah kemacetan dan transportasi. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan mulai gencar untuk membangun infrastruktur dan moda transportasi di tahun 2026.

Koster juga menjanjikan pembangunan destinasi pariwisata baru untuk Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Klungkung rampung pada Desember 2026.

“Rencana subway dari Ngurah Rai ke Central Parkir Kuta mulai bulan April ini. Kemudian, soal sampah, kami sudah punya pola dan menjadi prioritas dari Danantara mengolah sampah menjadi energi listrik. Rencananya Februari sudah groundbreaking. Itu akan dibangun di wilayahnya milik Pelindo,” jelasnya.

Secara keamanan, Koster mengatakan bahwa Bali masih kondusif dan aman. Hal tersebut menjadikan Bali tetap layak untuk dikunjungi dan menjadi destinasi pariwisata, terutama oleh wisatawan mancanegara.

Baca juga artikel terkait WISATAWAN atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Kontributor: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Alfons Yoshio Hartanto