Menuju konten utama
Liga Champions 2025/2026

Kronologi Dugaan Rasisme Pemain Benfica ke Vinicius & Sikap UEFA

Simak kronologi dugaan rasisme pemain Benfica, Gianluca Prestianni, kepada penyerang Real Madrid, Vinicius Jr, di UCL 2025/2026. Apa tanggapan UEFA?

Kronologi Dugaan Rasisme Pemain Benfica ke Vinicius & Sikap UEFA
Penyerang Real Madrid, Vinicius Jr (kiri) dan presiden klub Florentino Perez, berpose untuk media selama presentasi resmi untuk Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Jumat (20/7/2018). AP Photo/Francisco Seco

tirto.id - Kronologi dugaan rasisme pemain Benfica, Gianluca Prestianni, kepada penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, di laga playoff UCL 2025/2026 pada Rabu (18/2/2026) dini hari. Terkait hal ini UEFA sudah memerintahkan Badan Etika dan Disiplin melakukan investigasi lebih lanjut.

Pertandingan Benfica vs Real Madrid di leg 1 babak playoff Liga Champions Eropa (UCL) 2025/2026, berakhir dengan skor 0-1 untuk tim tamu Real Madrid. Gol tunggal El Real dilesakkan Vinicius Junior pada menit 50.

Usai melakukan selebrasi, Vinicius melaporkan kepada wasit Francois Letexier terkait dugaan kata-kata rasisme yang dilontarkan oleh gelandang Benfica, Gianluca Prestianni. Buntut insiden ini pertandingan sempat tertunda selama 10 menit, sesuai protokol antirasisme UEFA.

Kini badan sepak bola tertinggi Eropa tersebut telah mengeluarkan sikap resmi, bahwa pihaknya bakal melakukan investigasi lebih lanjut, terkait dugaan ujaran rasisme dari pemain Benfica. UEFA bakal mengambil langkah disiplin jika sudah ditemukan bukti kuat.

Sementara itu, Gianluca Prestianni membantah dirinya telah melontarkan komentar rasisme kepada Vinicius Junior. Pihak klub Benfica juga memberi bantahan, dengan menyebut pihak Vinicius Junior salah dengar terhadap perkataan Prestianni.

Kronologi Dugaan Rasisme Pemain Benfica kepada Vinicius & Pernyataan Resmi UEFA

Pertandingan Benfica vs Real Madrid di leg 1 playoff UCL 2025/2026, Rabu dini hari (18/2/2026) diwarnai dugaan ujaran rasisme yang dilontarkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, kepada pemain Madrid, Vinicius Junior.

Laga berlangsung di Estadio da Luz, Lisbon, Portugal, berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan Real Madrid. Gol tunggal dilesakkan Vini pada menit 50.

Tepat selepas selebrasi gol laga tidak langsung dilanjutkan kembali. Ada penundaan 10 menit, lantaran terdapat dugaan rasisme yang dilontarkan Gianluca Prestianni.

Vinicius melaporkan dugaan kata-kata rasisme yang dilontarkan Gianluca Prestianni kepada wasit Francois Letexier. Prestianni menutup wajahya dengan kaus saat berbicara, ia dituduh melontarkan ujaran yang tidak pantas.

Kylian Mbappe yang berdiri dekat Vinicius juga mengakui ia mendengar kata ‘mano’, yang berarti monyet dari arah Prestianni. Akibatnya, wasit Letexier menerapkan protokol antirasisme UEFA dengan menghentikan laga selama 10 menit.

Selepas itu wasit Francois Letexier melanjutkan pertandingan sampai selesai waktu normal 90 menit. Wasit Letexier menyerahkan laporan pertandingan kepada Badan Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA sebagai modal investigasi lebih lanjut.

Menanggapi hal ini, UEFA kemudian menunjuk Inspektur Etika dan Disiplin untuk melakukan penyelidikan terhadap dugaan rasis kepada Vinicius Junior. Proses ini diperkirakan memakan waktu tidak sebentar untuk mengumpulkan berbagai bukti penguat.

Sesuai peraturan UEFA, pemain yang terbukti melakukan tindakan rasisme bakal dijatuhkan hukuman larangan bermain minimal 10 pertandingan. Pemain yang terbukti melakukan kesalahan juga wajib mengikuti program kesadaran antirasisme.

"Inspektur Etika dan Disiplin UEFA telah ditunjuk untuk menyelidiki tuduhan perilaku diskriminatif selama babak playoff Liga Champions UEFA 2025/2026 antara Benfica vs Real Madrid," demikian pernyataan UEFA.

Sementara itu, pihak Gianluca Prestianni membantah telah mengatakan kata rasis. Prestianni mengklaim bahwa Vinicius salah dengar kata ‘hermano’ yang berarti saudara, menjadi kata ‘mano’ yang berarti monyet.

Pihak Benfica juga menyampaikan bantahan, dengan mengunggah video detik-detik awal dugaan ujaran rasis dilontarkan. Benfica menyebut Vinicius Junior dan Real Madrid salah dengar terhadap perkataan Prestianni imbas suara keras dari tribun penonton.

Gianluca Prestianni merupakan salah satu pemain muda potensial yang dimiliki Benfica, ia bermain di posisi gelandang tengah. Prestianni adalah produk akademi klub Velez Sarsfield asal Argentina, ia memiliki julukan yang sama dengan Lionel Messi, yakni ‘La Pulga’.

Benfica merekrut Prestianni dengan nilai transfer sekitar 9 juta Euro pada awal 2024 lalu. Performa konsisten Prestianni di klub membawanya masuk Timnas Argentina kelompok umur, serta sempat tampil di Piala Dunia U20 2025 bersama tim asuhan Diego Placente.

Tak hanya itu, Gianluca Prestianni juga sudah membukukan caps bersama Timnas senior Argentina, di bawah besutan Lionel Scaloni. Itu terjadi ketika laga persahabatan kontra Angola. Prestianni memiliki gaya bermain lincah, piawai dalam duel satu lawan satu, serta postur tubuh mungil.

Sampai saat ini belum ada keputusan lanjutan yang dirilis UEFA terkait kasus dugaan rasisme di laga Benfica vs Real Madrid. UEFA berkomitmen tidak memberikan ruang terkait tindakan rasisme di sepak bola, tapi mereka juga akan melakukan tindakan cermat sebelum menjatuhkan sanksi.

Baca juga artikel terkait LIGA CHAMPIONS atau tulisan lainnya dari Ahmad Zidan Nahari

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Ahmad Zidan Nahari
Penulis: Ahmad Zidan Nahari
Editor: Oryza Aditama