Menuju konten utama

Kompolnas Dapatkan Angle CCTV Berbeda di TKP Tewasnya Bertrand

Kompolnas datang langsung ke Makassar menemui Iptu N serta keluarga korban.

Kompolnas Dapatkan Angle CCTV Berbeda di TKP Tewasnya Bertrand
Kompolnas saat turun ke TKP penembakan remaja Bertrand oleh Iptu N di Makasssar. tirto.id/ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kompolnas turun langsung mengecek lokasi penembakan remaja bernama Bertrand Eko Prasetyo (18) yang menjadi korban salah tembak seorang anggota kepolisian berinisial Iptu N di Makassar, Sulawesi Selatan. Dari lokasi tersebut, Kompolnas mendapatkan CCTV dengan sudut pandang berbeda dari yang sudah beredar di media sosial.

"Kami tidak hanya apa, mendapatkan CCTV yang sudah beredar di publik, tapi kami juga mendapatkan CCTV dengan sudut pandang yang berbeda, lebih jernih, ya, lebih terang menggambarkan peristiwanya, karena sudut pandangnya pas," ucap Komisioner Kompolnas, M. Choirul Anam, dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).

Anam menerangkan rekaman kamera CCTV yang diperoleh Kompolnas meberikan fakta baru dan berguna untuk memperjelas peristiwa. Salah satunya, kata dia, adalah gambaran posisi senjata api (senpi) yang dipegang Iptu N.

"Nah, itu memang kalau dari CCTV sepanjang kami lihat, ya, tembakannya memang tidak diarahkan, tidak dibidik, gitu. Nah, tapi ini videonya ya nanti semoga bisa didalami dengan pendekatan yang jauh lebih, apa, saintifik, gitu. Sehingga lebih terang, lebih transparan," ujar Anam.

Ditambahkan Anam, dia juga bertemu dengan Iptu N dan menanyakan banyak hal terkait peristiwa ini. Wawancara juga dilakukan kepada pihak Polrestabes Makassar, di antaranya Kasatreskrim dan Propam yang menangani kasus ini demi memberikan gambaran menyeluruh dari peristiwa penembakan.

Disebutkan Anam, Kompolnas melakukan pendalaman langsung ke lokasi dan menemui keluarga korban dalam dua hari terakhir. Selain itu, dilakukan juga pertemuan dengan dokter yang memeriksa jenazah korban untuk mengetahui fakta dari proses autopsi.

"Ketika kita tanya ke dokter apa, Kedokteran Forensik yang melakukan autopsi, itu juga luka yang ada di tubuh almarhum ya luka tembak. Tidak ada memar ya. Kalau lebam mayat memang konsekuensi dari umur jenazah, itu semua kayak begitu," ungkap Anam.

Diakui Anam, lokasi peristiwa penembakan ini memang memiliki problem sosial, yakni anak-anak yang kerap tawuran. Namun, dia memastikan dalam kasus penembakan ini tetap harus diusut tuntas oleh kepolisian.

Sebelumnya diberitakan, Propam Polrestabes Makassar memeriksa perwira polisi, Iptu N, terkait tewasnya Bertrand Eko Prasetyo (18) saat pembubaran kerumunan remaja yang main “tembak-tembakan” dengan senjata mainan water jelly di Jalan Toddopuli Raya, Makassar, Minggu (1/3/2026) pagi.

Kepolisian mengklaim Iptu N tidak sengaja melepaskan tembakan yang mengenai tubuh korban.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, dalam keterangan pers di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Makassar, Rabu (4/3/2026), mengatakan pihaknya telah memeriksa Iptu N dan menyita senjata yang digunakannya yang menyebabkan Bertrand tewas.

"Tindakan yang kami lakukan mengamankan Iptu N dan senjatanya. Kasi Propam juga sudah melakukan olah TKP. Penyidikan telah dimulai, tim dokter forensik juga telah melakukan otopsi, hasilnya kita tunggu," ujar Arya.

Baca juga artikel terkait KEKERASAN POLISI atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto