Menuju konten utama

Komandan Brimob Masih Bungkam Soal Kasus Briptu AR Tembak Sipil

Irjen Pol Rudy Sufahriadi enggan berkomentar banyak saat ditanya mengenai kasus penembakan oleh Briptu AR yang berujung pada tewasnya Fernando Wowor di Bogor.

Komandan Brimob Masih Bungkam Soal Kasus Briptu AR Tembak Sipil
Mantan Kepala Korps Brimob Irjen Pol Murad Ismail melakukan salam komando dengan Kepala Korps Brimob yang baru Brigjen Pol Rudy Sufahriadi usai upacara serah terima jabatan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (11/1/2018). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso.

tirto.id - Kepala Korps Brimob Polri, Irjen Pol Rudy Sufahriadi masih bungkam saat ditanya mengenai kasus penembakan oleh anggota Brimob bernama Briptu AR yang berujung pada tewasnya kader Partai Gerindra, Fernando Wowor, pada akhir pekan kemarin.

Saat ditanya sejumlah wartawan mengenai kasus penembakan ini, Rudy enggan berkomentar banyak soal insiden naas di tempat parkir Lipss Club, Bogor tersebut.

"Saya belum boleh komentar apa-apa, tanya humas," kata Rudy setelah rapat pimpinan Polri di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, pada Rabu (24/1/2018).

Rudy juga enggan menjawab pertanyaan wartawan mengenai kronologi kejadian insiden penembakan itu.

"Saya masih nunggu penyelidikan," kata dia.

Jawaban Rudy juga singkat saat awak media menanyakan status Briptu AR ketika insiden terjadi, yakni sedang berdinas atau tidak. Sebab, ketika penembakan terjadi, Briptu AR tak memakai seragam dinas, membawa pistol dan menyambangi tempat hiburan malam dengan menunggangi motor gede merek BMW.

"Tergantung tugas dan fungsinya anggota, ya jadi saya belum bisa ngomong," kata Rudy menjawab pertanyaan itu. Setelah itu, Rudy meninggalkan awak media tanpa memberi komentar lagi.

Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane, pihak kepolisian penting untuk memberikan penjelasan soal status Briptu AR ketika penembakan terjadi, yakni sedang berdinas atau tidak.

Dia menjelaskan anggota Brimob seharusnya mengembalikan senjata ke kesatuannya begitu selesai menjalani tugas dinas.

Neta menilai kecil kemungkinan anggota Brimob menjalankan tugas dinas tanpa memakai seragam resmi. Sebab, polisi yang berdinas tanpa memakai seragam resmi biasanya melakukan tugas intelijen.

"Setahu saya Brimob tidak ada melakukan tugas intelijen karena intelijen ada sendiri," kata Neta kepada Tirto pada Selasa kemarin.

Baca juga artikel terkait PENEMBAKAN atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Hukum
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Addi M Idhom