tirto.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah berhasil mengunduh data (readout) dari Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR), yang merupakan komponen dari black box pesawat udara ATR 42-500. FDR dan CVR tersebut ditemukan dalam proses investigasi kecelakaan pesawat udara ATR 42-500 registrasi PK-THT.
"Hasil proses readout menunjukkan FDR merekam 171 jam pengoperasian pesawat udara dengan data yang terdiri lebih dari 180 parameter dan CVR merekam suara sekitar 2 jam," tulis KNKT dikutip dari akun Instagram @knkt_ri yang dilihat pada Rabu (28/1/2026).
Dari FDR dan CVR tersebut juga merekam seluruh proses perjalanan pesawat yang terbang dengan rute Yogyakarta menuju Makassar.
"Penerbangan dengan rute Yogyakarta menuju Makassar yang mengalami kecelakaan terekam pada kedua alat perekam penerbangan tersebut," jelas akun tersebut.
KNKT menjelaskan proses pengunduhan dan analisis data FDR serta CVR tersebut turut melibatkan Accredited Representive dari Bureau d'Enquetes et d'Analyses pour la securite de l'aviation civile (BEA) Prancis serta Technical Advisor dari Avions de Transport Regional (ATR).
"Saat ini, data yang diperoleh sedang dalam tahap analisis lebih lanjut oleh tim investigasi KNKT sesuai dengan ketentuan investigasi keselamatan yang berlaku," ungkap hasil investigasi tersebut.
Diketahui, pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pesawat yang jatuh tersebut mengakibatkan tujuh kru dan tiga penumpang meninggal dunia di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sabtu (17/1/2026).
Operasi SAR kini dinyatakan berakhir usai seluruh korban dievakuasi secara bertahap selama tujuh hari pelaksanaan pencarian dan pertolongan.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































