tirto.id - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengirimkan sejumlah bantuan untuk para korban yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatra. Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH), Hanif Faisol Nurofiq, melepas dua truk bantuan yang diberangkatkan untuk Kabupaten Agam dan Aceh Tengah.
"Hari ini kebetulan ada dua truk yang memang digunanakan untuk Agam sebelumnya dan Aceh Tengah," kata Hanif saat acara pelepasan bantuan penanganan pascabencana di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2025).
Bantuan yang diberikan KLH hari ini adalah berupa dua unit dump truck, mobilisasi 3 unit alat berat ekskavator, mesin senso besar sebanyak enam unit, kebutuhan bahan pokok dan sanitasi, pakaian, serta obat-obatan. Hanif menambahkan, bantuan tersebut akan dikirim melalui jalur darat dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga hari untuk sampai di Aceh.
"Tentu tidak semasif kementerian yang lain, tapi Kementerian LH tetap akan melakukan dukungan-dukungan. Apakah penggerakan pasukan kebakaran untuk melakukan pembersihan jalan-jalan maupun penggunaan alat-alat berat, mobilisasi alat berat. Hari ini ada tiga mobilisasi alat berat, nanti kami akan tingkatkan bilamana diperlukan atas seizin tim tanggap darurat yang dipimpin oleh Menteri yang lain," tutur Hanif.
Selain bantuan untuk korban di Sumatra, Kementerian LH juga menyerahkan bantuan sarana prasarana pengelolaan sampah berupa dump truck dan pick up untuk tujuh kabupaten/kota. Bantuan tersebut diberikan kepada Kabupaten Mukomuko di Bengkulu, Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan, Kabupaten Kulon Progo di D.I. Yogyakarta, Kota Metro di Lampung, Kota Palembang di Sumatera Selatan, Kota Probolinggo di Jawa Timur, dan Kota Makassar di Sulawesi Selatan.
"Dump truck ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengangkutan sampah, mengurangi penumpukan di sumber maupun tempat penampungan sementara, serta mempercepat alur pengelolaan sampah menuju fasilitas pengolahan atau tempat pemrosesan akhir," ujarnya.
Selain itu, turut disalurkan pula dukungan pengelolaan sampah berupa 3 unit fasilitas BSF (Black Soldier Fly) sebagai bagian dari upaya penguatan pengelolaan sampah organik berbasis sumber dan 1 unit FPSS (Fasilitas Pengelolaan Sampah Spesifik) untuk memenuhi kebutuhan seperti pengumpulan sampah elektronik dari rumah tangga sehingga tidak dibawa ke tempat pemrosesan akhir.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































