Menuju konten utama

Klarifikasi AHY soal Pidato Sebut Kekuasaan Memiliki Batas Waktu

Sampaikan klarifikasi langsung di depan Presiden Prabowo, AHY tegaskan pidato soal kekuasaan memiliki batas waktu murni untuk menyemangati kader Demokrat.

Klarifikasi AHY soal Pidato Sebut Kekuasaan Memiliki Batas Waktu
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pidatonya di HUT Ke-25 Partai Demokrat pada Rabu (9/9/2026). tirto.id/Rahma Dwi Safitri
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan klarifikasi soal pidato politiknya yang menyebut kekuasaan memiliki batas waktu. Penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh AHY di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam acara Puncak HUT Ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, GBK, Senayan, Rabu (9/9/2026).

Kata AHY, pidato tersebut sejatinya disampaikan untuk menyemangati kader Demokrat dan meneguhkan kembali nilai serta arah perjuangan partai.

Dia juga menyebut arah pidato itu agar para kader memahami tanggung jawab sebagai bagian pemerintahan.

“Maksudnya sederhana. Kami ingin menyemangati kader. Kami ingin meneguhkan kembali nilai-nilai dan jati diri perjuangan Demokrat, serta memastikan seluruh kader memahami tanggung jawab kita hari ini sebagai bagian dari pemerintahan,” kata AHY dalam pidatonya di Indonesia Arena, GBK, Senayan, Rabu (9/9/2026).

AHY mengaku khawatir pernyataan dalam pidato politik sebelumnya menimbulkan salah tafsir. Dia menegaskan posisi Demokrat dalam pemerintahan saat ini jelas dan menginginkan pemerintahan Presiden Prabowo berhasil menjalankan tugasnya.

“Posisi Demokrat jelas. Kami ingin pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil,” ujarnya.

AHY: Demokrat Bisa Diandalkan

AHY juga menegaskan loyalitas Demokrat kepada pemerintahan Prabowo. Dia menyampaikan kepada Prabowo bahwa partainya siap membantu pemerintahan agar dapat menjalankan program-programnya.

“Bapak Presiden dapat mengandalkan Partai Demokrat. Kami akan bekerja dengan loyalitas, kami akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dan kami akan terus memberikan yang terbaik untuk membantu pemerintahan ini berhasil,” kata AHY.

AHY menilai loyalitas kepada pemerintah tidak bertentangan dengan kesetiaan kepada rakyat. Menurut dia, Demokrat tetap harus mendengarkan aspirasi masyarakat dan ikut mencari solusi terhadap persoalan yang mereka hadapi.

“Bagi kami, tidak ada pertentangan antara loyal kepada pemerintahan dan setia kepada rakyat. Justru karena kami ingin pemerintahan ini berhasil, kami harus terus mendengar suara rakyat dan ikut mencari jalan keluarnya,” ujarnya.

AHY Hati-Hati Dalam Pidato

AHY mengaku harus lebih berhati-hati saat menyampaikan pidatonya karena berada di antara dua sosok yang memiliki posisi penting dalam perjalanan hidup dan kariernya.

Dalam kesempatan itu, AHY menyebut Prabowo sebagai atasannya saat ini, sementara SBY merupakan mentor sekaligus sosok yang menjadi tempatnya menimba pengalaman.

“Sebagai anak buah Presiden Prabowo dan sebagai anak didik dari Pak SBY, malam hari ini saya harus lebih hati-hati dalam menyampaikan sambutan ini,” kata AHY.

AHY bahkan bergurau bahwa dirinya harus mengikuti teks pidato yang telah disiapkan karena khawatir salah menyampaikan pernyataan di hadapan dua seniornya tersebut.

“Harus sesuai teks, karena salah sedikit risikonya datang dari dua arah, dari dua senior,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait MENTERI AHY atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah