Menuju konten utama

Ketum Dekopin: Koperasi Dipakai untuk Kelola Klub Seperti Barca

Ketum Dekopin menilai koperasi bisa diterapkan pada pengelolaan berbagai organisasi seperti klub sepak bola dan bank. Klub Barca disebut menerapkannya.

Ketum Dekopin: Koperasi Dipakai untuk Kelola Klub Seperti Barca
Petugas koperasi menata ketersediaan barang di toko Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kragilan, Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2026). Pada peresmian tersebut sebanyak 531 gerai Koperasi Desa Merah Putih di Jawa Tengah siap beroperasi untuk memperkuat kemandirian dan kedaulatan ekonomi masyarakat desa. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/nz.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Haryadi menilai, anggapan koperasi merupakan sistem ekonomi kuno sudah tidak lagi relevan. Sebab, sejumlah klub sepak bola besar di Eropa disebutnya dikelola menggunakan sistem koperasi.

Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya pada peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (12/7/2026). Menurut dia, sepak bola menjadi salah satu contoh bahwa model koperasi masih digunakan oleh organisasi besar di dunia.

"Stigma koperasi selama ini dinilai sebagai alat ekonomi kuno dan kecil sangat tidak relevan dan salah besar," ucapnya.

"Kami contohkan, cabang olahraga yang sangat digandrungi masyarakat, yaitu sepak bola. Klub-klub besar di Eropa seperti Real Madrid, Barcelona [Barca], Bayern Munchen, bahkan dikelola dengan sistem koperasi," lanjut Bambang.

Selain klub sepak bola, ia juga mencontohkan, sektor perbankan masih berkaitan dengan sistem koperasi. Kata Bambang, salah satu bank terbesar di Belanda, yakni Rabobank, juga dimiliki oleh koperasi.

"Bahkan, juga salah satu bank di Belanda, terbesar di Belanda, bernama Rabobank dimiliki oleh koperasi," katanya.

Dalam kesempatan itu, Bambang menyebutkan, Hari Koperasi Nasional ke-79 menjadi momentum kebangkitan gerakan koperasi di Indonesia setelah hampir tiga dekade tidak memperoleh perhatian yang sepadan.

Ia menilai, perhatian terhadap koperasi mulai kembali menguat pada pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto. Menurut Bambang, hal itu tercermin dari penetapan koperasi sebagai program prioritas nasional, termasuk melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

"Kami yakin koperasi akan bangkit kembali di era kepemimpinan Bapak. Keberpihakan Bapak Presiden kepada gerakan koperasi bukan hanya slogan semata, itu terbukti nyata dengan dibentuknya Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih," tuturnya.

Baca juga artikel terkait KOPERASI atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Ilham Choirul Anwar