tirto.id - Kenapa Lionel Messi tidak masuk starting XI dalam laga Argentina vs Yordania matchday 3 Grup J Piala Dunia 2026? La Pulga yang mencetak 5 gol dalam 2 laga awal Albiceleste tidak dipilih sebagai starter oleh pelatih Lionel Scaloni meskipun dia ada di bangku cadangan. Apakah ini bentuk persiapan Argentina yang akan jumpa Cape Verde di 32 besar mendatang?
Dalam susunan starting XI Argentina vs Yordania, Scaloni memasang formasi 4-4-2. Ia mengombinasikan dua penyerang bernaluri nomor 9, Lautaro Martinez (Internazionale) dan Julian Alvarez (Atletico Madrid). Sebaliknya, Lionel Messi duduk di bangku cadangan. Ini jadi percobaan menarik karena seluruh gol Argentina dalam 2 laga awal dicetak oleh sang nomor 10.
Tidak hanya Lionel Messi yang disimpan dari starting XI lawan Yordania. Argentina juga tidak memasang Lisandro Martinez dan Cristian Romero di jantung pertahanan. Alexis Mac Allister juga tak ada di lini tengah. Yang unik adalah kehadiran Giuliano Simeone. Putra Diego Simeone ini diletakkan di posisi bek sayap.
Nama lain yang mencuri perhatian adalah Nico Paz. Setelah penampilan fenomenal bersama Como pada musim 2025/26, ia dipercaya sebagai starter di laga Argentina kontra Yordania. Paz yang mengenakan nomor 18 akan berkombinasi dengan Leandro Paredes, Exequiel Palacios, dan Giovani Lo Celso.
Berikut ini susunan pemain (starting XI) Argentina vs Yordania pada Minggu (28/6).
Argentina (4-4-2): Emi Martinez; Giuliano Simeone, Nicolas Otamendi, Marcos Senesi, Nicolas Tagliafico; Giovani Lo Celso, Exequiel Palacios, Leandro Paredes, Nico Paz; Julian Alvarez, Lautaro Martinez
Sebelumnya dalam konferensi pers menjelang laga kontra Yordania, Lionel Scaloni sudah menyebutkan bahwa Lionel Messi akan berada di bangku cadangan. Sang juru taktik menyebutkan, formasi dua penyerang akan terdiri dari Julián Álvarez dan Lautaro Martínez, meskipun juga menyatakan kombinasi nomor 9 ini bukan pilihan favoritnya.
Emiliano Martínez, tetap berada di depan gawang untuk terus memulihkan kebugaran pertandingan setelah patah tulang jari manis tangan kanan. Namun, sisa 10 pemain lapangan lainnya adalah para penggawa yang tidak mendapatkan kesempatan tampil di laga kontra Aljazair dan Austria.
"Mereka (para pemain yang tampil lawan Yordania) bagian dari skuad, bagian dari proses yang telah kami kerjakan. Mereka adalah yang pertama berlatih keesokan harinya (saat tidak main). Sebagai pelatih, begitu ada kesempatan untuk memberi mereka waktu bermain, saya akan memberikannya," kata Scaloni dikutip TyC Sports.
Lebih lanjut, Scaloni mengakui bahwa memasang Lautaro dan Alvarez di depan bukan pilihan ideal untuknya. Namun, ia juga menyebut ini adalah kesempatan langka. Dengan mempertimbangkan konteks dan performa kedua pemain, Scaloni mencoba kombinasi nomor 9 ini dalam laga yang tidak akan berdampak signifikan pada posisi Argentina, mengingat mereka sudah menyegel juara Grup J.
Profil Timnas Yordania, Ranking FIFA, dan Sejarah di Piala Dunia
Di Piala Dunia 2026, Yordania untuk pertama kalinya lolos ke putaran final turnamen akbar tersebut setelah menunggu lima dekade. Di edisi ke-23 ini, Al-Nashama tergabung di Grup J bersama juara 2022, Argentina, Austria, dan Aljazair.
Timnas Yordania menjadi salah satu dari empat tim yang melakukan debut bersejarah di Piala Dunia 2026. Setelah menanti selama 50 tahun lebih, perjuangan panjang tersebut akhirnya berbuah manis.
Skuad asuhan Jamal Sellami ini memastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 usai Yordania berhasil menjadi runner-up Grup B di putaran ketiga kualifikasi zona Asia (AFC). Kala itu, Al-Nashama mengemas 16 poin dari 10 laga, menemani Korea Selatan di posisi puncak klasemen.
Di Piala Dunia 2026, Timnas Yordania tergabung di Grup J bersama juara edisi 2022, Argentina, Austria, dan Aljazair. Meski mencatatkan torehan gemilang dengan lolos ke putaran final, perjalanan Al-Nashama menuai jalan terjal.
Setelah melakoni dua laga di fase grup, Yordania ditundukkan Austria di laga pembuka lewat skor 3-1, disusul dikalahkan Aljazair dengan skor tipis 2-1. Alhasil, Yordania pun tersungkur di dasar klasemen.
Yordania merupakan sebuah negara berdaulat yang terletak di kawasan Timur Tengah dan Asia Barat. Secara spesifik, negara dengan ibu kota berpusat di Amman ini berbatasan dengan Suriah di utara, Irak di timur, Arab Saudi di selatan, serta Tepi Barat di sebelah barat.
Berdasarkan catatan historisnya, perjalanan persepakbolaan di Yordania dimulai pada era 1953. Di tahun tersebut, mereka melakukan debut perdana sebagai tim nasional profesional dengan kalah dari Suriah lewat skor 3-1.
Sepuluh tahun berselang selepas sepak bola Yordania mulai berkembang, Al-Nashama mengikuti turnamen Piala Arab 1963. Sayangnya, hasilnya masih jauh dari ekspektasi. Mereka kemudian mencoba peruntungan pertama dengan mengikuti kualifikasi untuk Piala Dunia 1986. Usaha tersebut juga tetap menuai kegagalan.
Memasuki era 90-an, Timnas Yordania mulai menampakkan perubahan cukup signifikan. Di bawah asuhan Mohammad Awad, Al-Nashama berhasil meraih kegemilangan dengan mengangkat dua trofi juara Arab Games 1997 dan 1999.
Mahmoud El-Gohary kemudian dipercaya untuk menahkodai Al-Nashama. Ia berhasil mengantarkan tim nasional Yordania lolos ke turnamen Piala Asia AFC pertama mereka di tahun 2004 dan mencapai perempat final. Kegemilangan itu juga membuat mereka mencapai peringkat dunia FIFA tertinggi mereka, yakni peringkat ke-37.
Di tahun 2008, ketika Nelo Vingada ditunjuk sebagai pelatih baru, Timnas Yordania berhasil menjadi runner-up di Kejuaraan Federasi Sepak Bola Asia Barat 2008. Sayangnya, upaya Vingada juga tetap sama seperti beberapa pelatih sebelumnya yang menuai kegagalan membawa Al-Nashama ke putaran final Piala Dunia.
Kursi kepelatihan pun kembali berganti ke Adnan Hamad. Pelatih yang sempat memberikan kegemilangan bagi tim nasional Irak itu tampak jadi pembeda. Adnan mengantarkan Yordania lolos ke Piala Asia kedua mereka pada tahun 2011 dan mencapai perempat final, serta menjadi runner-up di Pesta Olahraga Arab 2011.
Keajaiban muncul saat Hussein Ammouta ditunjuk sebagai pelatih baru timnas Jordan pada Juni 2023. Berkat racikannya itu, Al-Nashama mampu menembus final Piala Asia pertama mereka, meskipun menelan kekalahan 1-3 dari Qatar. Berkat prestasi tersebut, peringkat Yordania juga kembali melesak ke posisi 70.
Perubahan Timnas Yordania semakin tampak ketika Jamal Sellami ditunjuk menggantikan Ammouta pada Juni 2024. Lewat strategi ajaib yang dimilikinya, Al-Nashama mencetak rekor baru dengan lolos final Piala Arab 2025, meskipun mereka dikalahkan Maroko 3-2.
Kegemilangan mereka berlanjut saat Yordania mengikuti kualifikasi zona Asia (AFC) untuk Piala Dunia 2026. Setelah menampilkan penampilan gemilang dengan menjadi runner-up Grup B putaran ketiga kualifikasi AFC.
Alhasil, Al-Nashama untuk pertama kalinya dalam sejarah mencetak rekor lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah menanti selama lima dekade sejak 1973. Berkat kegemilangannya itu juga, Yordania saat ini menempati peringkat ke-63 pada ranking FIFA.
Ikuti informasi terbaru seputar Piala Dunia 2026 dari Tirto.id dengan cara klik tautan ini.
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id




























