tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyampaikan bela sungkawa dan keprihatinan yang mendalam atas musibah runtuhnya bangunan mushola Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
"Tentu kami prihatin dan berduka. Sekarang dalam tahap evakuasi, kita tahu ada korban luka berat, sedang, maupun ringan, semuanya sudah ditangani dengan baik di berbagai rumah sakit yang ada," kata Gus Ipul.
Data yang sementara terhimpun menyebutkan terdapat 82 jiwa terdampak dalam insiden ini. Dua santri diyatakan meninggal dunia, yakni Alvian Ibrahim (11) asal Bangkalan dan Mochammad Mashudulhaq (14) dari Dukuh Kendal, Sidoarjo.
Sementara itu, 34 korban lainnya mengami luka ringan, 22 luka sedang, dan 5 luka berat. Para korban luka mendapat perawatan di RSUD Sidoarjo, RS Siti Hajar, dan RS Delta Surya.
Tragedi ini terjadi pada Senin (29/9) pukul 15.35 WIB. Saat itu, mushola yang masih dalam tahap pembangunan ambruk menimpa sejumlah santri yang akan menunaikan salat ashar berjamaah.
Merespons musibah ini, Kementerian Sosial bersama dengan Dinsos Jawa Timur dan Dinsos Sidoarjo segera menurunkan Tagana untuk membantu tim evakuasi gabungan yang terdiri dari Basarnas, BNPB, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan aparat setempat. Karena kodisi puing bangunan masih rapuh dan rawan roboh, evakuasi dilakukan secara hati-hati menggunakan bantuan alat berat.
Pada hari pertama evakuasi, Tagana telah mendirikan dapur umum lapangan di Jalan KH. Abbas II, Buduran, yang memiliki kapasitas produksi mencapai 1.500 nasi bungkus per hari. "Tagana mendirikan dapur umum yang mampu memasak hingga 1.000 porsi dalam sekali masak," lanjut Gus Ipul.
Kemensos juga mengirim bantuan logistik senilai Rp274,6 juta untuk memenuhi kebutuhan darurat para korban. Bantuan logistik ini mencakup 1.200 paket makanan siap saji, 500 paket makanan anak, 170 selimut, 150 kasur lipat, 150 family kit, dan tenda serbaguna.
Selain bantuan kebutuhan pokok, Kemensos pun mengerahkan tim pendamping psikososial bagi keluarga korban dan para santri yang mengalami trauma akibat tragedi tersebut.
Guna memastikan penyaluran bantuan dan santunan berjalan efisien, Kemensos melakukan pendataan korban. Adapun santunan yang dipersiapkan akan ditujukan kepada korban luka dan ahli waris korban meninggal dunia sesuai ketentuan yang berlaku.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id































