Menuju konten utama

Kemensos Janjikan Tali Asih Rp15 Juta untuk Korban Gempa NTT

Kemensos menyiapkan tali asih Rp15 juta bagi ahli waris korban meninggal serta berupaya terus memobilisasi bantuan untuk warga terdampak gempa NTT.

Kemensos Janjikan Tali Asih Rp15 Juta untuk Korban Gempa NTT
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial menyiapkan tali asih sebesar Rp15 juta bagi setiap korban meninggal akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Santunan tersebut akan diberikan kepada ahli waris, setelah data korban diverifikasi.

Kami meminta pemerintah daerah dan Dinas Sosial segera mendata dan melaporkannya kepada Kemensos supaya santunan bisa segera ditindaklanjuti dan diberikan kepada keluarga korban,” ujar Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, pada Minggu (16/8/2026).

Hingga Minggu (16/8) pukul 07.50 WITA, laporan sementara mencatat sebanyak 47 orang meninggal dunia dan 110 orang mengalami luka-luka. Adapun warga terdampak yang berada di pengungsian mencapai 3.839 orang.

Korban meninggal tersebar di enam kabupaten. Kabupaten Manggarai mencatat jumlah terbanyak (24 orang). Sementara itu, korban jiwa di Manggarai Timur tercatat ada 17, di Sikka ada tiga, serta masing-masing satu jiwa di Manggarai Barat, Ngada, dan Ende.

Data tersebut masih terus diperbarui dan diperiksa oleh pemerintah daerah dan unsur terkait. Verifikasi juga dilakukan terhadap korban luka, jumlah pengungsi, serta kerusakan akibat gempa.

Kerusakan sementara tercatat pada 159 rumah dengan kategori rusak berat, 47 rumah rusak sedang, dan 167 rumah rusak ringan. Selain hunian warga, kerusakan ditemukan pada 36 fasilitas pendidikan, 211 fasilitas kesehatan, 11 fasilitas umum, lima rumah ibadah, dan enam gedung perkantoran.

“Untuk proses pengiriman memang ada kendala karena gelombang masih besar dan kapal belum bisa bergerak. Karena ada kendala pengangkutan, kami juga mengambil langkah melakukan pemenuhan kebutuhan melalui belanja di lokasi agar bantuan tetap bisa segera tersedia bagi masyarakat,” jelasnya.

Bantuan Dikirim dari Sejumlah Titik

Agus Jabo Priyono mengatakan, Kemensos memiliki dua titik mobilisasi bantuan di NTT, yakni Sentra Efata Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT.

“Kami terus menyiapkan dan menggerakkan logistik untuk penanganan bencana di NTT," Agus menambahkan.

Sentra Efata Kupang menggerakkan bantuan untuk masyarakat terdampak, mulai dari perlengkapan pengungsian, selimut, makanan, hingga pakaian, termasuk pakaian anak dan perempuan. Sebagian bantuan tersebut diarahkan ke Kabupaten Nagekeo.

Sementara itu, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT menyalurkan bantuan ke Maumere, Sikka, Ende, Manggarai Timur, serta daerah lainnya, sesuai kebutuhan di lapangan.

Selain distribusi dari gudang, Kemensos menyiapkan 500 paket bantuan untuk Kabupaten Nagekeo dan 500 paket lainnya bagi Kabupaten Manggarai melalui pengadaan langsung di wilayah terdampak.

Tambahan pasokan pangan juga disiapkan berupa 48 ton beras reguler yang akan diarahkan ke sejumlah kabupaten terdampak.

Secara keseluruhan, nilai bantuan logistik yang sementara telah dikirim Kemensos mencapai sekitar Rp4,52 miliar. Rinciannya, Rp1,015 miliar berasal dari Sentra Efata Kupang untuk Kabupaten Nagekeo dan sekitar Rp541,6 juta dari Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT untuk wilayah terdampak.

Dukungan dari Gudang Pusat Kemensos di Bekasi juga digerakkan dalam dua jalur, yakni senilai Rp1,482 miliar menuju Dinas Sosial Provinsi NTT dan Rp1,478 miliar menuju Sentra Efata Kupang.

Logistik yang dikirim meliputi makanan siap saji, tenda keluarga, tenda serbaguna, kasur, selimut, makanan anak, sandang anak dan dewasa, perlengkapan keluarga, shower kit, perlengkapan dapur, serta dukungan dapur umum lapangan.

Sejumlah lokasi pengungsian telah disiapkan, antara lain Stadion Gelora Samador di Kabupaten Sikka, wilayah Maumere, halaman Gereja Wolomarang, serta beberapa lokasi lainnya sesuai kebutuhan.

Hasil Kerja Sama Antarlini

Di lapangan, Kemensos mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB). Bersama tim gabungan, mereka melakukan asesmen, pendataan, verifikasi korban, membantu evakuasi korban meninggal dan luka, serta mendirikan tenda darurat bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal sementara.

Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait. Kemensos turut menyiapkan dan mengoperasikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan masyarakat selama masa darurat.

Sementara itu, status tanggap darurat telah ditetapkan di dua daerah terdampak. Pemerintah Kabupaten Manggarai menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 90 hari, mulai 15 Agustus hingga 13 November 2026.

Pemerintah Kabupaten Sikka menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung sejak 15 Agustus hingga 28 Agustus 2026.

Agus Jabo menegaskan bantuan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan yang ditemukan selama proses penanganan. Pendataan dan validasi tetap dilakukan untuk memastikan intervensi berikutnya tepat sasaran.

“Prinsipnya, kalau ada yang menjadi kebutuhan di lokasi bencana, Kemensos siap memberikan dukungan. Kami sudah mempersiapkan logistik yang ada di gudang-gudang yang kami miliki,” katanya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis