Menuju konten utama

Kemensos Dorong Penguatan Manajemen ASN Guru Sekolah Rakyat

Gus Ipul didampingi Sekretaris Jenderal Robben Rico memberikan arahan kepada 306 guru perwakilan dari 166 titik Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Kemensos Dorong Penguatan Manajemen ASN Guru Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menghadiri pembukaan kegiatan Percepatan Penyusunan SKP dan Penguatan Manajemen ASN Bagi Guru Sekolah Rakyat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Kamis (26/2/2026). (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial Republik Indonesia menggelar kegiatan Percepatan Penyusunan SKP dan Penguatan Manajemen ASN bagi Guru Sekolah Rakyat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola dan kinerja para pendidik di lingkungan Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dirancang agar para guru mampu menyusun Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) secara tepat sekaligus meningkatkan kualitas pelaporan perkembangan siswa.

"Tentang bagaimana mereka membuat pelaporan harian terkait perkembangan siswa Sekolah Rakyat dan diukur dampaknya ke depan,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Menurut Gus Ipul, penguatan manajemen ASN juga bertujuan membangun budaya kerja yang profesional dan berintegritas, baik dalam situasi diawasi maupun tidak. Ia menekankan pentingnya etos kerja yang konsisten demi menjaga mutu pendidikan di Sekolah Rakyat.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul didampingi Sekretaris Jenderal Robben Rico memberikan arahan kepada 306 guru perwakilan dari 166 titik Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Acara pembukaan turut diisi penayangan video inspiratif tentang perjalanan siswa-siswa Sekolah Rakyat.

Video tersebut menggambarkan anak-anak yang sebelumnya sulit mengakses pendidikan, kini memiliki kesempatan meraih masa depan lebih baik. Para guru diingatkan bahwa mereka memegang peran strategis sebagai perpanjangan tangan negara dalam membantu anak-anak dari keluarga miskin mewujudkan cita-cita.

Dalam arahannya, Gus Ipul menjelaskan latar belakang kehadiran Sekolah Rakyat sebagai bagian dari implementasi amanat konstitusi.

“Mereka ada tapi tidak kelihatan, the invisible people itu ada di sekitar kita. Bapak Presiden mengajak bangsa ini menyisir mereka sebagai implementasi Pasal 34. Mari kita renungkan bersama,” ucap Gus Ipul.

“Itu titipan Tuhan kepada negara, negara titip ke kita. Ini adalah kesempatan dan tantangan,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan Sekolah Rakyat membutuhkan tata kelola yang serius dan tidak bisa dilakukan secara biasa.

“Kita tidak sedang mengelola sekolah biasa, ini (Sekolah Rakyat) membangun jalan baru bagi anak-anak untuk keluar dari lingkaran ketidakberdayaan. Oleh karena itu tata kelola SR tidak boleh biasa saja.”

Gus Ipul kemudian menekankan pentingnya SKP sebagai instrumen manajemen kinerja. Menurutnya, SKP bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan alat untuk memastikan setiap guru bekerja selaras dengan misi besar Sekolah Rakyat.

“Tujuan besar Sekolah Rakyat itu jelas, memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas dan berkarakter. SKP yang disusun harus mampu menjawab, apa dampak, perubahan, kontribusi kerja harian terhadap tujuan besar tersebut,” tegasnya.

Ia mengingatkan tiga hal penting dalam penyusunan SKP. Pertama, SKP harus selaras dengan visi besar Sekolah Rakyat. Kedua, SKP disusun secara logis—mulai dari proses kerja harian, output, outcome pada siswa, hingga dampak jangka panjang. Ketiga, setiap target harus terukur, baik tahunan, bulanan, maupun harian.

Selain itu, Gus Ipul menjelaskan tiga fungsi utama SKP, yakni sebagai kompas kinerja, alat kerja, serta pendorong disiplin dan akuntabilitas.

“Yang penting pahami tiga konteks ini dan bawa pulang pemahamannya,” pesannya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis