Menuju konten utama

Kemendag Buka Peluang Evaluasi Kuota Impor Bawang Putih

Evaluasi terhadap neraca komoditas dapat dilakukan sewaktu-waktu maupun secara berkala setiap tiga bulan.

Kemendag Buka Peluang Evaluasi Kuota Impor Bawang Putih
Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah) menyampaikan keterangan pers usai peluncuran program perluasan akses pasar UMKM melalui kemitraan strategis dengan Metro Department Store di Trans Studio Mall Cibubur, Depok, Kamis (9/7/2026). FOTO/Nanda Surya Shadan.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perdagangan Budi Santoso membuka peluang evaluasi kuota impor bawang putih seiring perkembangan harga komoditas tersebut di dalam negeri. Menurut dia, impor bawang putih masuk dalam mekanisme neraca komoditas yang dapat ditinjau secara berkala.

“Kami lihat dulu, kami evaluasi dulu. Namanya bawang putih itu masuk di neraca komoditas,” kata Budi usai peluncuran program perluasan akses pasar UMKM melalui kemitraan strategis dengan Metro Department Store di Trans Studio Mall Cibubur, Depok, Kamis (9/7/2026).

Budi menjelaskan evaluasi terhadap neraca komoditas dapat dilakukan sewaktu-waktu maupun secara berkala setiap tiga bulan. Evaluasi tersebut pun mempertimbangkan perkembangan harga bawang putih di pasar.

“Neraca komoditas itu bisa dievaluasi setiap saat atau setiap tiga bulan. Ya kami lihat dulu. Ketika harga stabil terus, atau ketika harga naik, atau ketika harga turun, itu nanti bisa dievaluasi,” ujarnya.

Budi mengatakan bahwa Indonesia saat ini masih bergantung pada pasokan bawang putih dari luar negeri. Menurutnya, hampir seluruh kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi melalui impor dari Cina.

“Impor bawang putih itu hampir 100 persen impornya dari Cina,” kata Budi.

Dia juga mengatakan pemerintah bersama para importir mengatur pasokan bawang putih impor dilakukan secara bertahap agar tidak memicu kenaikan harga di negara asal akibat lonjakan permintaan dalam waktu bersamaan.

“Kami selama ini impornya bersama para importir itu memang dilakukan secara berkala. Kalau permintaan langsung bareng, berarti Cina bisa menaikkan harga,” tutur Budi.

Baca juga artikel terkait IMPOR BAWANG PUTIH atau tulisan lainnya dari Nanda Surya

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Surya
Penulis: Nanda Surya
Editor: Fadrik Aziz Firdausi