Menuju konten utama

Kelompok Mengaku Warga Yogyakarta Bubarkan Aksi di Polda DIY

Massa yang menuntut reformasi Polri mundur usai kelompok yang mengaku warga Yogya datang bawa pentungan kayu dan sempat terlibat bentrok.

Kelompok Mengaku Warga Yogyakarta Bubarkan Aksi di Polda DIY
Suasana demonstrasi di depan Polda DIY pada Selasa (24/2/2026), massa menuntut reformasi Polri pasca kasus meninggalnya seorang pelajar di Tual, Maluku oleh anggota Brigade Mobile (Brimob). tirto.id/ Abdul Haris

tirto.id - Sekelompok orang yang mengatasnamakan warga Yogyakarta membubarkan paksa massa aksi di depan Mapolda DIY, Selasa (24/2/2026) malam. Massa yang menuntut reformasi Polri tersebut terpaksa mundur setelah kelompok warga datang membawa pentungan kayu dan sempat terlibat bentrok di sisi timur jalan.

Pantauan kontributor tirto.id di lokasi, sejumlah warga muncul dari arah barat tepat di depan Pakuwon Mall. Mereka menyerukan agar massa aksi membubarkan diri.

"Bubar, bubar kami dari warga Yogyakarta. Jangan ganggu ketentraman di sini," ujar salah satu warga menghampiri massa aksi, yang mundur usai ledakan dari arah tak diketahui.

Salah satu peserta aksi merespons dengan mengingatkan massa agar fokus pada aksi dan tuntutannya ke pihak kepolisian. Jangan sampai terlibat bentrok dengan sekelompok yang diduga ormas.

"Awas, ormas, musuh kita itu polisi bukan ormas. Hati-hati dibenturkan," balas salah satu peserta aksi sembari mundur menjauhi Polda DIY menuju ke arah barat.

Mereka yang mengatasnamakan diri sebagai warga Yogyakarta lantas mendatangi massa yang masih bertahan di sirip jalan. Mereka bergerombol dan membawa pentungan dari kayu serta bambu.

Tak berselang lama, massa pun berangsur mundur perlahan meninggalkan Polda DIY. Namun di sisi timur, tampak beberapa kelompok itu juga terlibat bentrok dengan massa aksi.

Sebagai informasi, ratusan massa melakukan aksi demonstrasi di depan Polda DIY. Massa tiba pada pukul 18.30 WIB lokasi. Tanpa berorasi massa langsung merobohkan pagar sisi barat, mencoret papan nama dengan tulisan "All Cops Are Bastard" dan “Pembunuh”.

Demo Polda DIY Imbas Pelajar Meninggal Tual

Suasana demonstrasi di depan Polda DIY pada Selasa (24/2/2026), massa menuntut reformasi Polri pasca kasus meninggalnya seorang pelajar di Tual, Maluku oleh anggota Brigade Mobile (Brimob). tirto.id/ Abdul Haris

Massa aksi sempat melakukan salat gaib berjamaah di tengah jalan, sebelum akhirnya mundur karena suara ledakan diduga petasan dari arah yang tak diketahui.

Sementara itu, lalu lintas Jalan Ring Road Utara dari arah timur ditutup paksa dengan memasang water barrier. Sebagian massa juga mulai masuk dari pintu barat. Satu unit mobil water canon bersiaga di balik kawat berduri yang dipasang sejak sore.

Dari poster yang beredar tertulis, massa aksi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan demonstrasi sebab polisi dan negara melanggengkan kekuasaan.

Salah satu peserta aksi, Yazi mengatakan aksi menuntut agar reformasi Polri seharusnya dapat dilakukan. “Kita sebagai masyarakat menginginkan adanya reformasi polisi," kata Yazi saat diwawancarai awak media di sela-sela aksi berlangsung di depan Polda DIY.

Yazi juga menyoroti banyaknya penangkapan demonstran pada aksi akhir Agustus 2025 lalu. Selain itu, ia menyayangkan atas meninggalnya seorang pelajar yang tewas di Tual, Maluku di tangan anggota Brimob.

Kata Yazi, seharusnya polisi hadir sebagai garda pelindung bagi masyarakat. "Dan semoga para polisi itu bisa sadar hal yang mereka lakukan adalah hal yang salah," tukasnya.

Baca juga artikel terkait DEMO RICUH atau tulisan lainnya dari Abdul Haris

tirto.id - Flash News
Kontributor: Abdul Haris
Penulis: Abdul Haris
Editor: Siti Fatimah