Menuju konten utama

Kelas Tirto di UNNES Bekali Literasi Finansial untuk Mahasiswa

Kolaborasi Tirto.id dan Bank Jago melalui Kelas Tirto 2026 membekali mahasiswa dengan literasi keuangan, pengembangan diri, dan kemampuan membaca data.

Kelas Tirto di UNNES Bekali Literasi Finansial untuk Mahasiswa
Kelas Tirto Unnes
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Roadshow Kelas Tirto Semarang 2026 hari pertama sukses dilaksanakan pada 19 Mei 2026. Universitas Negeri Semarang menjadi kampus pertama yang dikunjungi Tirto.id bersama Bank Jago dalam rangkaian roadshow yang akan berlangsung di tiga kampus di Semarang pada 19–21 Mei 2026.

Acara ini merupakan kolaborasi antara Tirto.id, Bank Jago, Universitas Negeri Semarang, Universitas Wahid Hasyim, dan Universitas Diponegoro sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang diskusi dan literasi bagi mahasiswa melalui tema “Shaping Your Critical Thinking”.

Kelas Tirto kali ini fokus membekali Gen Z dengan literasi keuangan, pengembangan karier, dan jurnalisme data. Sesi finansial dan karier dibawakan oleh Sustainability Program Activation Specialist Bank Jago, Andhina Ratri Aryani, CFP®. Sedangkan workshop jurnalisme data dipandu langsung oleh Pemimpin Redaksi Tirto.id, Rachmadin Ismail.

Fenomena YOLO dan Tantangan Generasi Z

Andhina menjelaskan pentingnya menabung sejak kuliah untuk kebutuhan masa depan, termasuk biaya wisuda dan persiapan setelah lulus. Ia menekankan bahwa tidak ada gaya hidup yang salah, tetapi sebaiknya tidak selalu bergantung pada uang dari orangtua,

“Apapun gaya hidupnya, itu ga ada yang salah dan benar. Mau setiap hari naik bluebird ke kampus juga, itu ga salah. Yang penting pakai duit sendiri, karena mulai mengatur uang tuh dari diri sendiri gitu. Tau kebutuhan, tau prioritas, dan sebagainya.” kata Andhina saat Roadshow Kelas Tirto 2026 di Universitas Negeri Semarang pada Selasa (19/05/2026).

Selain memaparkan materi mengenai cara mengatur keuangan, Andhina juga turut memberi tips untuk membangun karier sebelum lulus.

“Jadi teman-teman tuh, sudah keluar dari sini harus punya mindset bahwa aku adalah anak yang muda, siap jadi kaya dan berdaya. Karena kalau misalnya jadi kaya doang untuk diri sendiri, menurut saya udah banyak di indonesia. Jadi kalau bisa, muda, kaya dan ngasih impact ke orang lain. Mulai dari pengetahuan dan skill.” imbuh Andhina.

Dirinya juga memberi masukkan kepada mahasiswa FISIP UNNES untuk mengembangkan jejaring sosialanya selama masih kuliah dan melihat peluang orang-orang disekitar. Dimana nantinya jejaring ini akan menjadi jalan saat mencari pekerjaan.

Data Juga Bisa Jadi Cerita

Dalam sesi workshop jurnalisme data, mahasiswa diajak memahami bahwa data tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan angka, tetapi juga dapat menjadi mengubah persepsi, konversi hingga verifikasi fakta. Data juga menjadi dasar untuk menyampaikan informasi dan membangun sebuah narasi yang lebih mudah dipahami publik.

Rachmadin memberikan membahas mengenai pilar utama dalam jurnalisme data melalui konsep data trinity. Konsep ini terdiri dari tiga elemen utama, yaitu data, visualisasi, dan storytelling.

Menurutnya, data menjadi pondasi utama dalam membangun informasi yang akurat, sementara visualisasi membantu menyederhanakan data agar lebih mudah dipahami audiens. Kemudian teknik storytelling memiliki peran mengubah kumpulan angka menjadi narasi yang lebih relevan dan dekat dengan pembaca.

Untuk memperdalam pemahaman peserta, Rachmadin mengajak mahasiswa mempraktikkan langsung cara membangun cerita berbasis data. Dalam sesi interaktif tersebut, mahasiswa diminta melanjutkan cerita secara bergantian lalu menambahkan data untuk memperkuat argumen yang disampaikan.

Melalui kombinasi ketiga elemen dan juga praktik, jurnalisme data tidak hanya menghadirkan informasi berbasis fakta, tetapi juga mampu menyampaikan cerita secara lebih menarik dan komunikatif.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis