Menuju konten utama

KDM Klarifikasi Bukan Nyi Roro Kidul tapi Sunan Ambu, Siapa Itu?

Simak penjelasan Dedi Mulyadi soal viral video ada penari Nyi Roro Kidul di kirab bendera yang digelar Pemerintah Jabar. Ia menyebut itu adalah Sunan Ambu.

KDM Klarifikasi Bukan Nyi Roro Kidul tapi Sunan Ambu, Siapa Itu?
Dedi Mulyadi bersama Bupati Subang saat sedang membagikan kompensasi untuk pedagang nanas di Aula Pemkab Subang. foto/Subanginfo
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mengklarifikasi video viral yang memperlihatkan dia sedang memberi penghormatan kepada seorang perempuan berpakaian ala Nyi Roro Kidul dalam kirab bendera pada Minggu (17/8).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar kirab tersebut di Bandung untuk memperingati HUT ke-80 RI. Dalam video yang diunggah kanal YouTube Humas Jabar, terlihat KDM memberi hormat kepada perempuan berpakaian ala Nyi Roro Kidul sebelum menyerahkan bendera Merah Putih.

KDM Klarifikasi Sosok Penari, Bukan Nyi Roro Kidul, Tapi Sunan Ambu

Dedi menyebut ini merupakan tradisi baru di Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia juga menyatakan sosok tersebut bukan Nyi Roro Kidul melainkan Sunan Ambu.

"Ini tradisi baru di Pemerintah Provinsi Jawa Barat di mana diserahkannya bendera itu dalam kotak kepada seorang penari cantik kemudian ada media yang menulis Nyi Ratu Kidul yang menerima bendera, apa kaitannya," ujar Dedi di akun IG @dedimulyadi71, dikutip Rabu (20/8).

Ia pun menjelaskan bahwa sosok tersebut adalah Sunan Ambu, simbol dari tanah di masyarakat adat Sunda. Tanah menjadi tema kemerdekaan tahun ini.

"Itu bukan penari yang melambangkan Nyi Roro Kidul. Itu penari yang melambangkan Sunan Ambu. Sunan Ambu itu simbol dari tanah di masyarakat adat Sunda. Kenapa tanah yang menjadi tema [kemerdekaan] tahun ini. Karena tanah mengalami problem yang luar biasa dalam sisi tata kelola," sambungnya.

"Ini kan problem gitu loh. Ada orang yang bahkan tidak memiliki tanah sekalipun dan ada yang punya tanah beribu-ribu tanah. Ini juga problem," ucap Dedi.

Ada juga tanah mengalami perubahan peruntukan, ada gunung beralih fungsi jadi rumah, ada bantaran sungai jadi areal perdagangan, ada sawah juga berubah jadi perumahan.

"Nah problem-problem tersebut juga harus diselesaikan karena makna kemerdekaan itu memerdekakan. Dulu kita memerdekaan bangsa dari kolonial karena tanahnya dikuasai. Nah hari ini kita harus memerdekakan tanah agar tanah kita bisa dikuasai dan dimiliki sesuai konstitusi," ujarnya.

Siapa Sunan Ambu?

Arti Sunan Ambu berasal dari Bahasa Sunda Susuhunan Ambu, Susuhunan adalah "seseorang yang dimuliakan", sementara ambu bermakna "ibu".

Maka dapat diartikan Sunan Ambu adalah "Ibu yang dimuliakan", "Ratu Ibu" atau "Dewi Ibu", yang di dalam mitologi masyarakat Sunda yang bermakna sebagai "ibu" yang merawat tanah air serta lingkungan hidup yang harus dimuliakan.

Nama Sunan Ambu dapat ditemukan di cerita-cerita rakyat seperti "Lutung Kasarung" dan "Mundinglaya Dikusumah", yang menjelaskan bahwa penguasa kahyangan adalah sosok perempuan yang memiliki nama Sunan Ambu.

Hingga kini, Sunan Ambu masih memiliki tempat di hati masyarakat Sunda. Nama Sunan Ambu ini dipakai oleh ISBI Bandung sebagai nama gedung pertunjukkan milik mereka yang digunakan untuk pertunjukan seni seperti pentas tari, wayang kulit, serta teater.

Baca juga artikel terkait DEDI MULYADI atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Iswara N Raditya