Menuju konten utama

Kasus ISPA akibat Karhutla Capai 306.309, Anak-Anak 77 Ribu

​Dari total kumulatif kasus yang tercatat, kelompok usia anak-anak dan balita menjadi korban paling banyak terdampak paparan asap karhutla.

Kasus ISPA akibat Karhutla Capai 306.309, Anak-Anak 77 Ribu
Seorang anak yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mendapatkan perawatan dengan nebulizer di Posko Kesehatan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Puskesmas Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (15/9/2026). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang per 14 September 2026, kasus ISPA mingguan meningkat dari 3.807 kasus pada minggu keempat Agustus menjadi 4.104 kasus pada minggu pertama September dan kembali naik menjadi 4.326 kasus pada minggu kedua, yang didominasi warga usia produktif dan anak-anak akibat paparan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Selatan. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat akumulasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menembus angka 306.309 kasus hingga pertengahan Oktober 2026.

Berdasarkan data pembaruan PHEOC Kemenkes tercatat sebanyak 2.778 kasus baru pada 17 Oktober, dimana sedikit menurun dibandingkan hari sebelumnya pada 16 Oktober yang mencapai 2.808 kasus.

"306.309 total kumulatif kasus ISPA," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, saat dikonfirmasi Tirto, Senin (19/10/2026).

​Dari total kumulatif kasus yang tercatat, kelompok usia anak-anak dan balita menjadi korban paling banyak terdampak paparan asap karhutla. Kemenkes mengategorikan penderita ISPA ke dalam beberapa kelompok rentan, yaitu anak-anak (6–9 tahun) 77.022 kasus, balita (0–5 tahun) 69.015 kasus, lansia (>60 tahun): 49.680 kasus, penderita Asma/PPOK 22 kasus.

Sementara itu, untuk kategori kelompok rentan lain seperti ibu hamil dan pekerja luar ruangan, Kemenkes menyebut bahwa data masih dalam proses pemilahan di lapangan.

Kirim Tambahan Masker

Pemerintah juga meningkatkan penyaluran bantuan masker dan peningkatan kapasitas rumah oksigen di wilayah terdampak karhutla.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pemenuhan kebutuhan logistik kesehatan di daerah terdampak asap tebal tidak boleh tertunda dan memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah.

"Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah," kata Budi dalam keterangannya.

"Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare," tambahnya.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - GWS
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto