Menuju konten utama

Realisasi Investasi Kuartal III 2026 Tembus Rp528,7 Triliun

Realisasi investasi kuartal III 2026 mencapai Rp528,7 triliun. Total investasi Januari-September tembus Rp1.539,2 triliun, serap 2,19 juta tenaga kerja.

Realisasi Investasi Kuartal III 2026 Tembus Rp528,7 Triliun
Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026). FOTO/ Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Realisasi investasi Indonesia mencapai Rp528,7 triliun pada kuartal III 2026. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan, capaian tersebut membuat total investasi sepanjang Januari-September 2026 sebesar Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target tahun ini.

“Adapun capaian realisasi investasi triwulan ketiga tahun 2026 itu mencapai Rp528,7 triliun,” kata Rosan dalam konferensi di Istana, Senin (19/10/2026).

Secara terperinci, dari total investasi Januari-September 2026, penanaman modal asing (PMA) berkontribusi Rp777,8 triliun atau 50,5 persen. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp761,4 triliun atau 49,5 persen.

Investasi tersebut menyerap tenaga kerja sebanyak 2.194.496 orang selama sembilan bulan pertama 2026.

Berdasarkan wilayah, investasi di luar Jawa mencapai Rp779,4 triliun atau 50,6 persen dari total realisasi. Adapun investasi di Jawa tercatat Rp759,8 triliun atau 49,4 persen.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan realisasi investasi terbesar, yakni Rp249,3 triliun atau 16,2 persen dari total nasional. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat sebesar Rp229,1 triliun atau 14,9 persen, Sulawesi Tengah Rp116 triliun atau 7,5 persen, Jawa Timur Rp110,5 triliun atau 7,2 persen, serta Maluku Utara Rp96 triliun atau 6,2persen.

Rosan mengatakan pemerintah terus mendorong pemerataan investasi, terutama melalui hilirisasi industri di luar Jawa. Menurut dia, investasi hilirisasi di luar Jawa mencapai Rp373,1 triliun atau sekitar 78 persen dari total investasi hilirisasi, sedangkan di Jawa sebesar Rp106,9 triliun atau 22 persen.

Dari sisi sektor, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya menjadi penyumbang terbesar investasi PMA dengan nilai Rp246,6 triliun atau 31,7 persen. Sementara itu, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi mendominasi PMDN dengan nilai Rp117,8 triliun atau 15,5persen.

Jika PMA dan PMDN digabung, sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya mencatat investasi Rp269,2 triliun atau 17,5 persen dari total realisasi investasi Januari-September 2026.

Rosan juga menyoroti peningkatan kontribusi hilirisasi terhadap investasi. Pada 2024, kontribusi hilirisasi terhadap investasi pada triwulan III disebut masih sekitar 26 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 35 persen pada triwulan III 2026, meskipun secara kumulatif Januari-September 2026 berada di kisaran 31 persen.

Menurut Rosan, pemerintah akan terus mendorong investasi yang tidak hanya meningkatkan nilai penanaman modal, tetapi juga memperkuat industrialisasi, penyerapan tenaga kerja, dan transfer teknologi.

“Yang kita inginkan dari investasi yang masuk adalah ujungnya industrialisasi, hilirisasi di antaranya, kemudian industrialisasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga berupaya memberikan kepastian kepada investor melalui integrasi sistem perizinan dengan 28 kementerian dan lembaga. Rosan menyebut BKPM telah menerbitkan sekitar 328 perizinan melalui mekanisme fiktif positif, yakni ketika permohonan perizinan dapat diproses sesuai ketentuan apabila instansi terkait tidak memberikan keputusan dalam batas waktu yang ditetapkan.

"Mungkin saya tambahkankami pun sudah menandatangani SKB dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan IMIPASsehingga itu juga memberikan kepastian dari segi perizinan KITASatau warga negara asing yang bekerja," jelasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan paparan yang disampiakan Rosan, secara akumulatif realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Prabowo sejak April 2024 hingga kuartal III 2026 mencapai Rp3.923,2 triliun. Investasi tersebut menyerap 5.485.944 tenaga kerja.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana