tirto.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau investor institusi domestik, termasuk dana pensiun hingga Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS), untuk berpartisipasi lebih aktif di pasar modal. Imbauan ini disampaikan di tengah tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyusul dinamika evaluasi indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Hingga penutupan perdagangan Senin (19/10/2026), IHSG telah melemah 14,79 persen dibandingkan penutupan Kamis (15/10/2026), sehari sebelum pasar bereaksi terhadap pengumuman MSCI. Pada Jumat (16/10), IHSG anjlok 11,57 persen, lalu kembali turun 3,64 persen pada hari ini—ditutup di level 4.996,61.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan fundamental perusahaan tercatat di bursa masih baik dan memiliki prospek yang menjanjikan bagi investor. Karena itu, ia meminta investor institusi domestik tak ragu meningkatkan perannya untuk mendukung pasar modal Indonesia.
“Kami tentu mengimbau investor institusi domestik kita untuk berpartisipasi lebih aktif di pasar modal kita. Pasar modal kita fundamentalnya kuat, ya tentu akan menjadi prospek yang baik bagi investor, khususnya investor institusi domestik kita,” kata Jeffrey saat diwawancarai awak media di Gedung BEI, Senin (19/10/2026).
Meski demikian, Jeffrey mengatakan bahwa BEI belum menggelar pertemuan khusus dengan satu atau dua institusi tertentu. Ia hanya menegaskan bahwa pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang kuat, baik dari sisi fundamental emiten maupun jumlah investor ritel.
Perusahaan-perusahaan tercatat di bursa, kata dia, juga masih membukukan keuntungan dan membagikan dividen kepada pemegang saham.
“Khusus dengan 1-2 belum, tetapi secara umum kemarin kita melakukan pertemuan dengan banyak pihak,” ujarnya.
Jeffrey juga menyampaikan bahwa BEI akan terus berupaya mempertahankan kepercayaan investor asing agar tetap bertransaksi di pasar domestik. Upaya ini dilakukan di tengah dinamika evaluasi MSCI yang memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek investasi saham Indonesia.
Ia meyakini pasar modal Indonesia masih memiliki prospek jangka panjang yang baik dan memenuhi kriteria untuk masuk dalam kategori pasar negara berkembang atau emerging market.
“Tadi kami sudah sampaikan, kami dan juga banyak global investor meyakini bahwa Indonesia memenuhi seluruh kriteria untuk ada di emerging market, itu satu,” tuturnya.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































