tirto.id - Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memastikan pemberian kompensasi kepada masyarakat terdampak pemadaman total (blackout) di Batam dan Bintan pada pekan lalu. Kompensasi ini disebut akan berbentuk diskon tagihan listrik sebesar 10-25 persen.
Pemberian kompensasi tersebut telah dikonfirmasi oleh Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT PLN Batam Raditya Surya Danu. Dalam keterangannya untuk kantor berita Antara pada Senin (19/10/2026), Raditya mengatakan besaran kompensasi akan dibedakan bergantung status pelanggan, yakni reguler (perorangan) atau bisnis.
Untuk pelanggan reguler, Raditya mengungkapkan bahwa kompensasi akan diberikan dalam bentuk diskon sebesar 10 persen. Ia juga menjelaskan, diskon ini nantinya dikenakan secara otomatis, sehingga “tidak perlu membuat permohonan maupun pergi ke kantor” PLN.
“Untuk pelanggan reguler, sesuai peraturan gubernur, kompensasi sebesar 10 persen terhadap beban akan langsung otomatis masuk ke tagihan atau billing bulan November,” katanya.
Menurut Raditya, pemberian kompensasi itu diberikan sesuai Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT Pelayanan Listrik Nasional Batam.
Sementara itu, kompensasi untuk pelanggan dari kalangan bisnis (business-to-business, B2B) disebut akan diberikan melalui diskon sebesar 15-25 persen. Besaran ini juga akan dihitung berdasarkan total pemakaian listrik pelanggan.
“Untuk layanan khusus B2B, berbeda-beda sesuai dengan pelayanan. Besarannya sekitar 15-25 persen dari total pemakaian pelanggan,” ujar Raditya.
PLN Bantah Blackout Batam dan Bintan Karena Pengujian Pusat Data
Selain pemberian kompensasi, PT PLN Batam juga sebelumnya telah meluruskan kronologi terjadinya blackout di Batam dan Bintan. Dalam keterangannya pada Minggu (18/10), Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo menyebut insiden itu tidak terjadi karena pengujian pusat data.
“Pemadaman meluas yang terjadi Senin di Pulau Batam dan Bintan sama sekali tidak ada sangkut paut dengan data center,” kata Kwin Fo.
Pernyataan itu dikeluarkan Kwin Fo untuk membantah kabar yang beredar bahwa blackout terjadi imbas pengujian fasilitas pusat data. Kabar ini telah santer beredar di antara masyarakat.
“Informasi bahwa ada pengetesan atau commissioning untuk operasional data center, dan membutuhkan daya sangat besar, itu sama sekali tidak benar,” jelas Kwin Fo.
Menurut Dirut PT PLN Batam itu, fasilitas pusat data di Batam hingga kini belum beroperasi secara penuh. Tingkat operasional fasilitas itu diperkirakan Kwin Fo belum mencapai 10 persen dari total kapasitas, sehingga beban daya listrik yang diperlukan juga belum sepenuhnya besar.
Selain itu, Kwin Fo juga mengatakan pihaknya telah siap untuk menyuplai daya listrik fasilitas data center. Keberadaan fasilitas itu telah diperhitungkan sehingga tidak akan menyebabkan defisit pasokan.
“Sampai saat ini PLN Batam sangat siap untuk data center. Jadi kita tidak ada defisit maupun kekurangan pasokan. Cadangan daya kami masih berkisar di angka hampir 20 persen,” katanya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id





































