Menuju konten utama

Kandungan Nutrisi dan 7 Manfaat Ikan Tuna untuk MPASI

Apa saja kandungan nutrisi dan manfaat ikan tuna untuk MPASI? Simak pembahasannya pada artikel berikut ini.

Kandungan Nutrisi dan 7 Manfaat Ikan Tuna untuk MPASI
Nelayan membongkar tangkapan ikan tuna di dermaga Desa Daeo, Pulau Morotai, Sulawesi Utara, Minggu (15/11). Tuna merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki kandungan baik untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI) jika diberikan sesuai takaran yang dianjurkan. antara foto/fanny octavianus/pras/15.

tirto.id - Ketika memasuki fase Makanan Pendamping ASI (MPASI), penting bagi para orangtua untuk memilih makanan yang tidak hanya lezat tetapi juga menyediakan nutrisi yang penting bagi perkembangan bayi.

Salah satu pilihan yang sehat untuk MPASI adalah ikan tuna. MPASI ikan tuna tidak hanya dikenal dengan rasa yang lezat, tetapi juga kaya akan nutrisi yang esensial untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Artikel ini akan membahas mengenai kandungan nutrisi ikan tuna untuk MPASI, manfaat ikan tuna untuk MPASI dan bagaimana konsumsinya dapat memberikan variasi nutrisi yang penting bagi bayi dalam masa MPASI.

Kandungan Nutrisi Ikan Tuna

Ikan tuna menjadi pilihan yang menarik karena kaya akan nutrisi yang esensial bagi tubuh. Meskipun ada kekhawatiran mengenai merkuri, penting untuk memahami bahwa tuna juga mengandung sejumlah nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan.

Dilansir dari artikel “Tuna Nutrition Facts and Health Benefits” (2022) oleh Malia Frey di situs Very Well Fit, dijelaskan bahwa tuna tidak mengandung karbohidrat, serat, atau gula. Tuna terkenal karena kandungan proteinnya yang tinggi.

Dalam satu kaleng tuna, bisa terdapat hingga 42 gram protein lengkap dengan semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Meskipun kaya akan protein, tuna memiliki kandungan lemak yang relatif rendah, khususnya tuna kering.

Adapun salah satu keunggulan utama ikan tuna adalah kandungan asam lemak omega 3. Omega-3 dikenal karena manfaatnya bagi kesehatan jantung dan otak.

Tuna juga merupakan sumber berbagai vitamin dan mineral penting. Dalam hal ini mencakup kalsium, fosfor, kalium, seng, vitamin B, vitamin D, selenium, dan kolin. Kombinasi nutrisi ini mendukung berbagai fungsi tubuh, mulai dari pembentukan tulang dan gigi yang kuat hingga metabolisme yang sehat.

Namun, perlu diingat bahwa beberapa jenis tuna, terutama yang dikemas dalam kaleng, dapat mengandung tingkat natrium yang tinggi. Konsumsi natrium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan masalah kesehatan lainnya.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan label makanan dan memilih produk dengan kandungan natrium yang lebih rendah.

Manfaat Ikan Tuna untuk MPASI

Apakah ikan tuna bagus untuk MPASI? Memasukkan ikan tuna ke dalam menu MPASI bayi, tidak hanya memberikan nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pasalnya, ikan tuna juga dapat membantu membentuk kebiasaan makan sehat di kemudian hari.

Dilansir dari artikel “Can My Baby Eat Tuna?” (2022) oleh Elis Cinelli di situs Very Well Family dan “Tuna For Babies: Safety, Healthy Benefits, Risks And Recipes” (2023) oleh Jyoti Benjamin di Mom Junction, berikut ini manfaat ikan tuna untuk MPASI.

1. Meningkatkan perkembangan otak

Ikan tuna yang kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6 serta zat besi, sangat penting untuk perkembangan kognitif dan pertumbuhan otak pada bayi. Kandungan nutrisi tersebut dapat membantu membangun struktur otak yang kuat dan memfasilitasi transmisi sinyal saraf selama tahun-tahun awal pertumbuhan bayi.

2. Sumber protein yang baik

Tuna adalah salah satu sumber protein berkualitas tinggi yang baik untuk bayi. Protein dalam tuna membantu dalam pembentukan otot, tulang dan jaringan tubuh lainnya selama masa pertumbuhan bayi.

3. Membantu perkembangan tulang

Telah dijelaskan di awal bahwa ikan tuna memiliki kandungan vitamin D. Vitamin D merupakan nutrisi yang larut dalam lemak yang sangat penting untuk penyerapan kalsium dalam tubuh sehingga membantu perkembangan tulang.

Selain itu, vitamin D juga memainkan peran penting dalam mengatur fungsi-fungsi neuromuskuler dan produksi hormon di dalam tubuh.

4. Manfaat untuk kesehatan jantung

Tingkat kolesterol dalam tubuh memainkan peran penting dalam kesehatan jantung. Mengonsumsi ikan rendah lemak jenuh, seperti tuna, dapat membantu meningkatkan kadar HDL-kolesterol atau kolesterol baik yang mengurangi risiko penyakit jantung.

Sebaliknya, makan tinggi lemak jenuh, seperti daging merah, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

5. Mengurangi risiko obesitas

Penelitian dalam jurnal Nutrition Research Reviews, Vol. 32, No. 1, hlm. 146-167 (2019) menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan rendah lemak jenuh dapat mengurangi risiko obesitas bayi.

Dengan memasukkan ikan tuna dalam MPASI bayi, tidak hanya memberikan nutrisi yang penting, tetapi juga membantu mengurangi risiko obesitas di kemudian hari.

6. Meningkatkan kualitas tidur

Ikan yang kaya lemak telah terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kualitas tidur bayi. Hal ini dikarenakan kandungan vitamin D dan asam lemak omega-3 dalam ikan. Oleh karena itu, mengonsumsi ikan tuna memungkinan untuk memicu produksi hormon melatonin yang mengatur tidur.

7. Membantu kesehatan tubuh bayi secara menyeluruh

Selain asam lemak omega-3 dan protein, ikan tuna juga mengandung berbagai mikronutrien penting seperti magnesium, fosfor, kalium, natrium, selenium, dan tiamin. Nutrisi-nutrisi ini memberikan kontribusi penting bagi kesehatan tubuh bayi secara menyeluruh.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memberikan Ikan Tuna untuk Anak

Terkait MPASI ikan tuna, terdapat pertanyaan mengenai bolehkah ikan tuna untuk MPASI? Pertanyaan tersebut jawabannya adalah boleh.

Meski demikian terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikannya, baik untuk bayi MPASI ikan tuna 1 tahun maupun bayi MPASI ikan tuna 6 bulan.

Masih dalam artikel “Can My Baby Eat Tuna?” (2022) oleh Elis Cinelli di situs Very Well Family, sebelum memberikan ikan tuna pada bayi, penting untuk memperhatikan beberapa hal berikut.

  • Pastikan untuk memilih jenis tuna yang aman dan sehat untuk bayi, seperti tuna kalengan kering atau cakalang.
  • Hindari jenis ikan yang memiliki kadar merkuri tinggi, seperti tuna mata besar.
  • Meskipun ikan tuna yang dipilih telah aman dan sehat untuk bayi, tetap batasi keseluruhan asupan ikan tuna untuk bayi menjadi dua porsi per minggu.
  • Semua ikan yang diberikan kepada bayi harus dimasak sepenuhnya. Sebagian besar jenis tuna kalengan sudah dimasak selama proses pengalengan, tetapi selalu periksa labelnya sebelum disajikan.
  • Secara umum, seafood adalah alergen. Untuk itu, perhatikan apakah bayi menunjukkan tanda-tanda reaksi alergi setelah mengonsumsi tuna. Jika ada tanda-tanda seperti ruam, pembengkakan, atau muntah, hentikan pemberian tuna dan segera hubungi dokter anak.
  • Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang memberikan tuna kepada bayi Anda, selalu konsultasikan dengan dokter. Dokter dapat memberikan saran dan panduan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan bayi.

Baca juga artikel terkait MPASI atau tulisan lainnya dari Umi Zuhriyah

tirto.id - Diajeng
Kontributor: Umi Zuhriyah
Penulis: Umi Zuhriyah
Editor: Dhita Koesno