Menuju konten utama

Jokowi akan Datang ke Muktamar Muhammadiyah di Solo

Muktamar Muhammadiyah tahun ini akan memanfaatkan teknologi informasi dalam rangkaian kegiatan, misalnya memilih pimpinan baru Muhammadiyah.

Jokowi akan Datang ke Muktamar Muhammadiyah di Solo
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan) dan Mensesneg Pratikno menghadiri acara Milad ke-109 Muhammadiyah secara daring dari Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/11/2021). ANTARA FOTO/Biro Pers dan Media Kepresidenan/Muchlis Jr/Handout/wsj.

tirto.id - Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri acara Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah pada 18-20 November 2022 mendatang. Kesediaan Jokowi disampaikan usai bertemu dengan pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan PP Aisyiyah di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (16/9/2022).

“Alhamdulillah Bapak Presiden menyampaikan kesediaannya hadir dan membuka Muktamar. Maka dengan ini kami Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Aisyiyah mempermaklumkan pada publik bahwa Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah tanggal 18-20 November 2022 di Surakarta akan dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Bapak Presiden,” ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam keterangannya usai pertemuan, Jumat (16/9/2022).

Haedar mengatakan ada sekitar 7 ribu peserta secara tatap muka dan masyarakat lain dengan menerapkan protokol kesehatan. Ia juga membocorkan sejumlah materi yang akan dibahas pada muktamar nanti antara lain materi tentang risalah Islam berkemajuan sebagai pandangan agama yang damai, menyatukan, dan memajukan kehidupan bangsa. Muktamar juga akan membahas isu-isu strategis keumatan dan kebangsaan.

“Kami juga akan membahas masalah-masalah penting strategis keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan, selain program dan pemilihan pimpinan,” tambahnya.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti menambahkan bahwa muktamar Muhammadiyah tahun ini akan memanfaatkan teknologi informasi dalam serangkaian kegiatan Muktamar ke-48. Mereka juga akan menggunakan teknologi e-voting pada pemilihan pimpinan Muhammadiyah mendatang.

“Jadi tidak lagi milih dengan garis-garis begitu, tapi sudah dengan e-voting karena kami menunjukkan lewat muktamar ini bagaimana Muhammadiyah menggunakan teknologi sebagai bagian dari indikator bahwa kami adalah gerakan Islam yang berkemajuan,” kata Abdul Muti.

Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjanah Djohantini, menyampaikan bahwa pihak akan menyajikan pedoman mengenai risalah perempuan berkemajuan dalam muktamar yang akan dihadiri oleh 3.500 peserta dari Aisyiyah bersamaan dengan Muktamar ke-48 di Solo mendatang selain soal isu strategis dan regenerasi kepemimpinan dalam organisasi.

Siti berharap pembahasan materi tersebut dapat mendorong perempuan Indonesia untuk maju dan turut mengisi Indonesia menjadi lebih kuat.

“Kami ingin terus mendorong warga atau perempuan untuk maju dan mengisi Indonesia ini menjadi Indonesia yang kuat, bermartabat, berkeadilan yang dilandaskan pada nilai-nilai ajaran agama yang oleh Rasullah sendiri telah diteladankan bagaimana perempuan harus maju,” ucap Siti.

Selain soal muktamar, Haedar mengatakan bahwa Jokowi juga mengapresiasi peran aktif Muhammadiyah dalam memulihkan kondisi perekonomian nasional pasca pandemi COVID-19.

"Bapak Presiden menyampaikan apresiasi yang tinggi atas gerak Muhammadiyah termasuk untuk bergerak di bidang ekonomi," ujar Haedar.

Haedar pun mengaku, Muhammadiyah akan terus bergerak dalam mengembangkan diri di berbagai sektor di masa depan.

“Kita kelak akan terus melakukan usaha-usaha pembangunan pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, ekonomi, sampai ke seluruh Tanah Air. Bahkan kami membuka Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Malaysia dan Muhammadiyah Australia College di Melbourne," pungkas Haedar.

Baca juga artikel terkait MUKTAMAR MUHAMMADIYAH atau tulisan lainnya dari Bayu Septianto

tirto.id - Politik
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Bayu Septianto