Menuju konten utama

Jenazah Korban Gempa Lombok Dievakuasi dari Runtuhan Masjid

Dua jenazah berhasil dievakuasi dari runtuhan kubah masjid yang ambruk.

Jenazah Korban Gempa Lombok Dievakuasi dari Runtuhan Masjid
Warga melintasi Masjid yang rusak parah akibat gempa di Desa Trengilut, Senaru, Lombok Utara, NTB, Rabu (1/8/2018). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

tirto.id - Sebanyak dua jenazah berhasil dievakuasi dari runtuhan kubah masjid yang ambruk akibat gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter yang mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan sekitarnya pada Minggu (5/8) malam, pukul 19.46 Wita

"Untuk hari ini tim sudah berhasil mengevakuasi dua jenazah pria," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram I Nyoman Sidakarya yang ditemui wartawan di Tanjung, Senin.

Usai mengevakuasi dua jenazah dari lokasi reruntuhan, tim Basarnas untuk sementara waktu menghentikan upaya pencarian korban dan akan kembali melanjutkannya pada Selasa (7/8) pagi.

"Karena hari sudah gelap, upaya pencarian dan evakuasi kita hentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan besok," ujarnya.

Upaya pencarian korban pada Selasa (7/8) pagi, akan tetap melalui titik awal hasil evakuasi dua jenazah.

"Memang ada informasi tentang kemungkinan ada korban berada di beberapa titik. Nantinya tim akan melakukan pencarian dengan mencoba masuk lewat titik awal." katanya.

Sidakarya menuturkan bahwa dua jenazah yang berhasil dievakuasi dari dalam timbunan reruntuhan kubah masjid telah diserahkan kepada pihak keluarganya.

"Identitasnya ini kita belum dapatkan. Tapi yang jelas mereka ini warga setempat, makanya langsung diserahkan kepada pihak keluarganya yang mengetahui," ucap Sidakarya.

Tim belum bisa memastikan jumlah korban yang kemungkinan masih tersisa dalam runtuhan, begitu juga dengan kondisi korban yang mungkin masih hidup.

Upaya evakuasi Upaya evakuasi korban yang diduga terjebak di dalam reruntuhan ini berawal dari hasil pendataan mengenai kondisi di lapangan pascgempa pada Minggu (5/8) malam. Ketika itu, warga sedang melaksanakan ibadah sholat Isya'.

Banyak korban yang masih terjebak di dalam reruntuhan. Begitu juga dengan jamaah yang sedang melaksanakan ibadah sholat isya di Masjid Jabal Nur di Dusun Lading-lading, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani yang berperan sebagai "incident commander" melakukan pemeriksaan di lokasi bersama anggota dan petugas basarnas.

Hasilnya, ditemukan tanda-tanda korban gempa bumi yang masih terjebak dalam reruntuhan kubah masjid.

Upaya evakuasi pun dilakukan, dua di antaranya korban meninggal, jenazahnya berhasil dievakuasi, namun sisanya diperkirakan masih banyak yang terjebak dalam runtuhan.

"Jadi sisanyaa belum sempat kita keluarkan, karena harus mnggunakan bantuan alat berat," kata Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani.

Dalam keterangannya kepada wartawan Antara, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto mengatakan bahwa proses evakuasi korban yang masih terjebak dalam runtuhan bangunan akan dibantu oleh pemerintah daerah melalui dinas PU dengan menurunkan alat berat jenis ekskavator.

"Kita sudah meminta pemerintah daerah menyiapkan alat beratnya," kata Mayjen TNI Benny Susianto.

Setelah adanya kesepakaran dalam sebuah pembahasan di dalam tenda kesehatan yang ada di Lapangan Tanjung tersebut, alat berat ekskavator pada Senin siang sudah berada di lokasi reruntuhan kubah masjid.

Tim evakuasi terpadu, dari basarnas, TNI, Polri, dan dinas PU, melakukan evakuasi korban. Kerjasama tim itu pun membuahkan hasil pada Senin sore, setelah dua jenazah pria berhasil dikeluarkan dari reruntuhan.

Baca juga artikel terkait GEMPA LOMBOK

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara