tirto.id - Bercak-bercak putih yang diduga merupakan bekas air keras terlihat di jalanan sekitar tempat kejadian perkara (TKP) penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Berdasarkan pantauan Tirto di Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat, pada Minggu (15/3/2026), bercak putih itu terlihat di depan sebuah warung yang berada tepat di seberang titik awal Andrie terjatuh dari motornya.
Pandjaitan, salah seorang warga yang tinggal di sekitar TKP menuturkan bercak putih itu terlihat lebih tebal pada hari sebelumnya. Namun, karena kejadian sudah berlalu tiga hari, warnanya saat ini sudah mulai memudar.
“Ini air keras ini,” kata Pandjaitan kepada Tirto sambil menunjuk ke titik bercak air keras.
“Kemarin lebih tebal [bercaknya]. Kayaknya karena udah banyak kendaraan lalu lalang,” lanjutnya.
Saat terjatuh dari motornya usai disiram air keras, Andrie disebut sempat dibawa ke sebuah warung di seberang lokasi jatuhnya. Pandjaitan menduga bercak itu timbul akibat tetesan air keras yang jatuh dari baju milik Andrie.
“Mungkin dari pakaiannya [pas] dia buka,” tuturnya.
Selain itu, di TKP tampak sudah ada tanda berbentuk lingkaran yang menandakan titik lokasi jatuhnya Andrie setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal (OTK).
Sejumlah kamera pengawas (CCTV) juga terlihat di lokasi kejadian. Beberapa CCTV memang terlihat mengarah tepat ke arah lokasi jatuhnya Andrie.
“Kalau enggak ada CCTV ini, enggak bisa ketahuan itu motor itu yang balik,” ucap Pandjaitan.
Sebagai informasi, Andrie Yunus mendapat serangan berupa siraman air keras pada Kamis (12/3/2026) di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas serangan penyiraman air keras terhadap Andrie. Dimas menilai serangan tersebut merupakan bentuk teror terhadap kerja-kerja pembela hak asasi manusia (HAM).
Dimas menjelaskan bahwa saat itu Andrie baru saja selesai melakukan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.
Andrie sempat meninggalkan kantor KontraS pada sore hari untuk menghadiri pertemuan di kantor Center of Economic and Law Studies (Celios). Setelah itu, ia menuju kantor YLBHI dan melakukan perekaman siniar hingga sekitar pukul 23.00 WIB.
Usai kegiatan itu, Andrie mengendarai sepeda motor menuju rumah kontrakannya melalui Jalan Talang. Di lokasi itulah, dua orang tak dikenal yang berboncengan dengan sepeda motor mendekatinya dari arah berlawanan. Cairan tersebut mengenai wajah, mata, dada, serta kedua tangan Andrie. Korban langsung berteriak kesakitan dan terjatuh dari motornya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































