Menuju konten utama

Jawaban Menkes soal Masuk Bursa Dirjen WHO: Amanah Presiden

Budi mengatakan pencalonannya juga berkaitan posisi Indonesia di kancah internasional karena belum ada wakil Indonesia memimpin lembaga setingkat PBB.

Jawaban Menkes soal Masuk Bursa Dirjen WHO: Amanah Presiden
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, saat konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026). tirto.id/Hanang Septioyudho
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, buka suara soal namanya masuk dalam bursa calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Budi menyebut pencalonan tersebut merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto.

“Itu kan amanah dari Bapak Presiden. Jadi pastilah saya akan kerja buat Bapak Presiden, apa pun tugas dari beliau akan kita jalankan dengan sebaik-baiknya,” kata Budi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Budi mengatakan pencalonannya juga berkaitan dengan posisi Indonesia di kancah internasional. Menurut dia, Indonesia selama ini belum pernah memiliki wakil yang duduk sebagai pimpinan lembaga dunia setingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations.

“Jadi begitu beliau melihat ini ada opportunity, ya saya ditugaskan di sana,” katanya.

Saat ditanya apakah dia harus mundur dari jabatannya sebagai Menkes, Budi menyebut dirinya belum tentu terpilih menjadi Direktur Jenderal WHO. Dia menambahkan, proses pemilihan nantinya melibatkan negara-negara anggota WHO.

"Ya kalau kepilih, kan belum tentu kepilih karena milih kan 194 negara anggota di bulan Mei nanti," ujarnya.

Nama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, masuk dalam daftar kandidat potensial Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dalam laman resminya, WHO mencatat Budi sebagai kandidat yang diusulkan oleh Indonesia (Proposed by Indonesia).

Budi tercatat sebagai satu dari empat kandidat potensial yang saat ini ditampilkan WHO. Tiga kandidat lainnya yakni Hanan Mohammed Al-Kuwari yang diusulkan Qatar, Hanan Balkhy yang diusulkan Arab Saudi, serta Hans Henri P. Kluge yang diusulkan Belgia.

Baca juga artikel terkait WHO atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher