Menuju konten utama

Jasa Raharja Catat Korban Lalin Meningkat 6% Pada 2023

Sepanjang 2023 terdapat total korban kecelakaan lalu lintas yang memperoleh santunan berjumlah 152.243 orang atau meningkat 5,8 persen.

Jasa Raharja Catat Korban Lalin Meningkat 6% Pada 2023
Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A Purwantono, menyampaikan Jasa Raharja berhasil menekan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas sepanjang 2023. (FOTO/Dok. Jasa Raharja)

tirto.id - Jasa Raharja berhasil menekan angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas sepanjang 2023. Hal ini didorong oleh berbagai upaya yang dilakukan bersama kepolisian dan mitra kerja terkait.

Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A Purwantono, menyampaikan bahwa sepanjang 2023 terdapat total korban kecelakaan lalu lintas yang memperoleh santunan berjumlah 152.243 orang atau meningkat 5,8 persen.

Kemudian, terdapat peningkatan pembayaran santunan sebesar 4,4 persen dibanding tahun 2022, atau secara compounded annual growth rate (CAGR) lima tahun tumbuh 3,74 persen.

“Namun demikian, terjadi penurunan fatalitas korban yang ditandai dengan penurunan santunan meninggal dunia sebesar 3,41 persen secaya year on year (yoy), yang ditandai dengan penurunan jumlah korban meninggal dunia, menurun sebesar 5,20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” ujar Rivan dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (22/2/2024).

Rivan mengatakan, penurunan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi seiring membaiknya penanganan korban pascakecelakaan.

“Terlebih saat golden period, yaitu 30 menit pertama setelah kejadian, yang merupakan momen krusial dalam penanganan korban,” ucapnya.

Menurut Rivan, tren penurunan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas sejalan dengan kajian dalam lampiran dukumen RUNK LLAJ atau Perpres Nomor 1 Tahun 2022, yang menyatakan prorgram KLLAJ di Indonesia telah berhasil mereduksi jumlah fatalitas sebesar 42 persen dibanding jumlah fatalitas tanpa penanganan.

Jasa Raharja terus berkomitmen melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kecelakaan lalu lintas dengan fokus socio-engineering. Beberapa action plan juga terus dilakukan bersama kepolisian dan mitra terkait.

Mitra tersebut di antaranya, melalui optimalisasi Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL), diseminasi Model Integrasi Pendidikan Lalu Lintas pada mata pelajaran tingkat SD, SMP, dan SMA, pengajar peduli keselamatan lalu lintas, safety riding, safety campaign, JR-safety road, dan berbagai upaya lainnya.

Selain itu dalam percepatan pelayanan, saat ini Jasa Raharja telah menjalin kerja sama dengan 2.604 rumah sakit, atau keseluruhan rumah sakit di bawah naungan Kementerian Kesehatan.

Penanganan yang dilakukan juga telah melalui Standarisasi Diagnosis Cedera, beserta Formularium, dan Kompendium Medis Nasional Jasa Raharja (DC-FKMN-JR) sebagai pedoman perawatan korban.

Lebih lanjut, realisasi kecepatan penyerahan santunannya juga baik, yakni 1 hari 6 jam dari target maksimal 2,5 hari.

Berbagai upaya yang gencar dilakukan hasil kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan tersebut, berhasil memberikan dampak positif terhadap tujuan pemerintah untuk terus menekan kasus dan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.

“Fokus kami di 2024 adalah membangun pemahaman masyarakat tentang pentingnya berkeselamatan di Jalan melalui program program yang telah disiapkan dan tentunya harus dilakukan secara kolaboratif bersama dengan seluruh mitra kerja terkait” tutup Rivan.

Baca juga artikel terkait FLASH NEWS atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Flash news
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Dwi Ayuningtyas