Menuju konten utama

Indra Lesmana Akan Adakan Konser Sydney Reunion di Jakarta

Tur ini akan diadakan di tiga kota, yakni Bandung, Jakarta, dan Bali.

Indra Lesmana Akan Adakan Konser Sydney Reunion di Jakarta
Indra Lesmana dalam acara konferensi pers konser Sydney Reunion di Jakarta (17/6). Foto/ Nuran Wibisono
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Musisi jazz Indra Lesmana akan mengadakan konser di Jakarta bertajuk Sydney Reunion, bersama tiga musisi jazz asal Australia, Dale Barlow (saksofon), Andy Gander (drum), dan Steve Hunter (bass).

Konser akan dihelat pada Selasa (30/6/26) bertempat di Deheng House, Jakarta Selatan, ini adalah bagian dari rangkaian tur yang akan dilaksanakan di tiga kota, Bandung, Jakarta, dan Bali. Di Jakarta, konser akan dibuka oleh penyanyi Alonzo Brata.

Dalam konferensi pers yang diadakan di KoFi&Ti pada Rabu (17/6), Indra mengatakan bahwa tur ini adalah kelanjutan dari reuni Indra dan teman-teman ketika dia pergi ke Sydney untuk napak tilas.

Sebagai informasi, pada 1979, Indra yang merupakan anak bungsu pasangan musisi jazz Jack Lesmana dan penyanyi Nien Lesmana, mendapat beasiswa di New South Wales Conservatory School of Music —yang sekarang berganti nama menjadi Sydney Conservatorium of Music. Indra sekeluarga pindah ke Sydney dan menetap di sana selama enam tahun.

Dalam napak tilas pada 2024 itu, Indra bertemu dengan kawan-kawan lamanya yang sudah tak bertemu lebih dari 40 tahun. Di antaranya Dale, yang pernah bergabung bersama Indra dan Jack dalam sebuah band fusion jazz-latin; juga Steve yang merupakan pemain bass di band Nebula yang dibentuk oleh Indra pada awal dekade 1980.

“Reuni itu memicu ide untuk menyiapkan karya di Sydney. Akhirnya saya balik lagi ke Sydney, rekaman, dan September 2024, merilis album di Sydney. Album itu bisa dibilang merupakan penanda hubungan diplomasi Indonesia-Australia ke 75,” ujar Indra.

Hubungan antara musisi jazz dari Indonesia dan Australia memang sudah terjalin cukup lama. Indra mengingat ada banyak sekali band Australia yang berkunjung ke Indonesia dan melakukan konser maupun jam session.

Bahkan Indra mengenang, Kedutaan Australia rutin mendatangkan musisi jazz Australia, dan sang almarhum ayah, Jack, yang menjadi host.

“Bahkan ayah sempet main bass dengan Bob Barnard (pemain trompet masyhur Australia). Saat itu pemain bassnya sakit, akhirnya ayah yang gantiin main bass,” tutur pria yang pada 1984 merilis album No Standing di Amerika Serikat bersama Nebula.

Album Sydney Reunion berisi 10 lagu, dan lagu-lagu itu yang akan dibawakan dalam rangkaian tur tiga kota ini. Menurut Indra, mereka akan fokus membawakan lagu dari album Sydney Reunion.

“Kami fokus kepada repertoar dari album Sydney Reunion, karena (album itu) sangat fresh. Tapi kami akan menyelipkan gimmick-gimmick dari perjalanan kami yang dulu. Sehingga Kesan reunion nya itu terasa, jadi kami akan membawakan lagu Nebula,” ujar Indra.

Dalam konser ini, juga akan ada penjualan album fisik dalam format piringan hitam dan juga USB, yang masing-masing dibuat sejumlah 300 keping. Dua format album fisik ini hanya disediakan di lokasi konser sebanyak 30 biji.

Musik Sydney Reunion dalam versi USB akan hadir dalam format 24 bit sehingga musiknya terdengar lebih jernih, yakni 48kHz. Album fisik dengan pouch ini akan dijual dengan harga Rp300 ribu

Sedangkan format piringan hitam akan hadir dalam bentuk dua vinyl karena durasi lagu lebih dari 70 menit, dan akan dijual dengan harga Rp550 ribu.

“Ini adalah pertama kali dalam hidup saya mengeluarkan double vinyl album,” ujar Indra.

Tiket konser ini dibanderol Rp1 juta untuk umum, dan Rp800 ribu untuk anggota Indonesia Australia Business Council (IABC) dan alumni universitas Australia. Selain itu, juga ada tiket dengan harga spesial untuk para pelajar dengan cara mengontak langsung Deheng House. []

Baca juga artikel terkait RAGAM DAN HIBURAN atau tulisan lainnya dari Nuran Wibisono

tirto.id - Musik
Penulis: Nuran Wibisono
Editor: Nuran Wibisono