Menuju konten utama

Imbas Tragedi KRL, Pemkot Bekasi akan Bangun Flyover Bulak Kapal

Pemkot Bekasi bakal bangun Flyover Bulak Kapal senilai Rp250 M usai kecelakaan KRL. Perlintasan liar akan ditutup demi keamanan.

Imbas Tragedi KRL, Pemkot Bekasi akan Bangun Flyover Bulak Kapal
Wakil Wali Kota Bekasi Haris Bobihoe Melakukan Tabur Bunga di Lokasi Kejadian Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur. tirto.id/Akmal Firmansyah
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tangani kerawanan perlintasan sebidang menyusul kecelakaan maut KRL di Stasiun Bekasi Timur. Pemkot akan pembangunan flyover Bulak Kapal senilai Rp250 miliar guna menutup perlintasan kereta api tidak resmi di kawasan Ampera, Bekasi Timur.

Wakil Wali Kota Bekasi, Haris Bobihoe, memastikan pembangunan flyover akan dimulai tahun ini. Pernyataan tersebut dilontarkannya usai melakukan doa bersama untuk korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line, di Stasiun Bekasi Timur, Kamis (30/4/2026).

Haris Bobihoe Tabur Bunga di Lokasi Kejadian Kecelakaan KRL

Wakil Wali Kota Bekasi Haris Bobihoe Melakukan Tabur Bunga di Lokasi Kejadian Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur. tirto.id/Akmal Firmansyah

Haris bilang, penutupan dilakukan sebagai bagian dari penataan sistem perlintasan rel yang dinilai belum memenuhi standar keselamatan.

"Tadi juga Bapak Presiden sudah datang dan memberikan bantuan untuk pembangunan flyover di Bulak Kapal. Nantinya, perlintasan-perlintasan tidak resmi akan kita tutup, dan akses penyeberangan akan difokuskan pada jalur resmi melalui flyover tersebut," ujar Haris, kepada wartawan, di Bekasi.

Haris menyebut, langkah ini diambil karena dalam radius 700 meter seharusnya hanya terdapat satu perlintasan resmi. Namun, di lokasi tersebut terdapat tiga titik perlintasan yang selama ini digunakan masyarakat.

“Perlintasan yang tidak resmi akan kita tutup dan dialihkan ke jalur resmi,” jelasnya.

Selanjutnya Haris menyatakan, pembangunan flyover Bulak Kapal akan segera direalisasikan setelah berkoordinasi teknis dengan Kementerian Perhubungan. Total anggaran proyek diperkirakan mencapai sekitar Rp250 miliar, dengan dukungan bantuan dari pemerintah pusat sekitar Rp200 miliar.

"Untuk waktu pengerjaan, insya Allah tahun ini kita upayakan segera dimulai, sambil menunggu koordinasi lanjutan dengan Kementerian Perhubungan," ucap dia.

Sambil menunggu pembangunan dimulai, kata Haris, Pemkot Bekasi tengah menyiapkan langkah pengamanan di lokasi.

Haris menambahkan, sejumlah petugas Dinas Perhubungan disiagakan selama 24 jam untuk mengatur lalu lintas dan memastikan tidak ada kendaraan melintas saat kereta akan lewat. Pengawasan juga melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja.

"Mereka akan memastikan tidak ada kendaraan yang melintas saat kereta akan lewat," ungkapnya

Sementara itu, Kepala Dishub Pemkot Bekasi, Zeno Bachtiar, menjelaskan bahwa penempatan petugas dilakukan di sisi kanan dan kiri rel dengan sistem pergantian setiap dua jam.

“Petugas kami siagakan untuk mengatur lalu lintas dan mengantisipasi potensi kecelakaan,” jelas dia.

Ia juga menjelaskan, pihaknya juga tengah menyiapkan sistem peringatan berbasis suara berupa sirene di titik perlintasan Ampera (JPL 86). Sistem ini dirancang berbunyi sekitar 500 meter sebelum kereta melintas di perlintasan, sehingga pengendara memiliki waktu untuk berhenti.

“Sirene ini untuk memberikan peringatan dini kepada pengguna jalan, baik roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki,” kata Zeno.

Zeno menambahkan mengenai penutupan perlintasan Ampera masih dikaji. Kajian dilakukan dengan mempertimbangkan volume lalu lintas harian serta dampaknya terhadap ruas jalan di sekitar lokasi.

"Beberapa hal yang dihitung antara lain lalu lintas harian rata-rata (LHR), kapasitas jalan, serta dampak jika perlintasan ditutup. Jika ditutup, volume kendaraan akan berpindah ke titik lain seperti Jalan Pahlawan dan Bulak Kapal, sehingga perlu dihitung apakah justru menimbulkan kepadatan baru," jelasnya.

Dishub Bekasi juga menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan jalur bagi pengguna jalan. Dalam jangka pendek, langkah yang dilakukan meliputi penempatan petugas, pemasangan palang sementara, dan sistem peringatan suara.

"Sejak sekitar satu bulan terakhir, beberapa bukaan jalan di titik-titik sekitar Ampera, Stasiun Bekasi Timur, Taman, hingga Transmart sudah ditutup sebagian untuk mengurangi titik konflik kendaraan," bebernya.

Ia menegaskan, pihaknya tengah menyiapkan berbagai skenario penanganan perlintasan sebidang Ampera.

Penutupan perlintasan kemungkinan akan dilakukan setelah pembangunan flyover rampung.

"Namun selama masa transisi, fokus utama kami adalah memastikan keselamatan melalui kombinasi pengawasan, teknologi peringatan, dan rekayasa lalu lintas," tukasnya.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN KERETA atau tulisan lainnya dari Akmal Firmansyah

tirto.id - Flash News
Reporter: Akmal Firmansyah
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Siti Fatimah