tirto.id - Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, menegaskan bahwa seluruh masyarakat berhak untuk mendapat akses terhadap teknologi. Oleh karena itu, dia menekankan inklusivitas akses teknologi bagi seluruh masyarakat untuk mendapat sumber daya edukasi, termasuk untuk penyandang disabilitas.
Hal itu disampaikan Indriyatno saat menjadi pembicara dalam Pelatihan Literasi Kecerdasan Artifisial Ramah Disabilitas di Jakarta, Selasa (20/1) yang diikuti oleh 40 peserta disabilitas netra dan tuli. Keunikan pelatihan ini juga terletak pada pelibatan langsung komunitas, di mana materi disampaikan oleh pelatih dari teman netra dan teman tuli. Dalam kegiatan tersebut juga diluncurkan dokumen Panduan Pelaksanaan Kegiatan Literasi Digital untuk Penyandang Disabilitas Netra dan Tuli.
“Kami akan terus berkomitmen mendorong inklusivitas dalam program-program literasi digital, terutama di isu teknologi AI. Panduan dan modul literasi AI yang telah diterbitkan kami harap dapat digunakan seluas-luasnya terutama dalam menjangkau kelompok teman netra dan teman tuli” kata Indriyanto dalam keterangan pers Selasa (20/1/2025).
Manager Kebijakan Publik Meta Indonesia, Nadhila Renaldi, menuturkan bahwa pihaknya mendorong ekosistem digital bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal itu terlihat dari proses pelatihan yang dilakukan secara kolaboratif dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND), komunitas disabilitas, serta pendidik SLB, modul ini hadir dalam format inklusif yang ramah bagi teman tuli dan netra, dengan fitur aksesibilitas lengkap, mulai dari format easy-to-read dan ramah screen reader, hingga penggunaan video BISINDO, audio narasi, dan subtitle.
“Meta mendorong demokratisasi teknologi, khususnya AI, agar dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan tanpa terkecuali, guna memastikan inovasi yang kami kembangkan relevan dan bermanfaat bagi setiap lapisan masyarakat," jelasnya.
Selaku perwakilan pemerintah, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komunikasi dan Digital, Aju Widyasari, mengapresiasi atas penyelenggaraan Pelatihan Literasi Kecerdasan Artifisial Ramah Disabilitas. Aju menekankan bahwa peningkatan literasi teknologi merupakan langkah krusial bagi masyarakat Indonesia di era transformasi digital.
"Pelatihan ini sangat penting agar kita memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memahami bagaimana kecerdasan artifisial bekerja. Sehingga kita tidak lagi menjadi objek oleh teknologi, tetapi menjadi subjek yang mampu menuntut transparansi dan akuntabilitas dari penyedia teknologi kecerdasan artifisial," ujarnya.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































