Menuju konten utama
Timnas Malaysia

Hasil Banding FAM ke CAS Soal Naturalisasi Malaysia & Sikap AFC

CAS mengabulkan sebagian banding FAM terkait pelanggaran naturalisasi 7 pemain Timnas Malaysia. Cek kesimpulannya di sini.

Hasil Banding FAM ke CAS Soal Naturalisasi Malaysia & Sikap AFC
Timnas Malaysia. instagram/malaysia_nt

tirto.id - Hasil banding FAM ke CAS soal 7 pemain naturalisasi Timnas Malaysia dinyatakan ditolak. Artinya, Hector Hevel dan kawan-kawan akan tetap menjalani hukuman seperti yang telah dijatuhkan FIFA. Lalu, bagaimana respons AFC?

FAM (Asosiasi Sepakbola Malaysia) memang menjadi sorotan tajam sejak tahun 2025. Persoalannya adalah mereka menaturalisasi 7 pemain yang ternyata tidak memiliki garis keturunan Malaysia sesuai dengan regulasi milik FIFA.

Para pemain tersebut adalah Facundo Tomás Garcés Rattaro, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Gabriel Felipe Arrocha, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano. Mereka bisa membela Timnas Malaysia dengan cepat karena disebut punya darah Malaysia.

Belakangan, diketahui bahwa mereka sama sekali tidak punya darah Malaysia. Artinya, para pihak yang terlibat memalsukan dokumen agar mereka semua dapat bermain untuk Timnas Malaysia.

Pada awalnya FIFA menghukum mereka semua dengan sanksi larangan bermain selama 12 bulan di semua level kompetisi sepak bola, termasuk larangan beraktivitas di sepak bola. FAM tidak lepas dari sanksi yakni berupa denda uang CHF350.000 atau sekitar Rp7,6 miliar.

FAM coba melakukan banding ke CAS (The Court of Arbitration for Sport). Tapi sayangnya pekan ini CAS mengeluarkan putusan bahwa tidak semua banding FAM dikabulkan.

"CAS mengabulkan sebagian banding yang diajukan FAM terkait hukuman 7 pemain mereka oleh FIFA. Panel CAS memutuskan bahwa 7 pemain itu akan menerima sanksi larangan bermain 12 bulan namun hanya dari pertandingan kompetitif, bukan semua aktivitas dalam sepak bola. Keputusan FIFA yang memberikan denda CHF350.000 kepada FAM juga tetap berlaku," demikian pernyataan resmi CAS.

"Setelah mempertimbangkan bukti-bukti, panel CAS menemukan ada pelanggaran pemalsuan dokumen. Hukuman larangan bermain 12 bulan merupakan sanksi yang wajar dan proporsional bagi para pemain mengingat keterlibatan mereka dalam penipuan ini. Larangan bermain dimulai pada 5 Maret 2026, dengan kredit untuk periode 25 September 2025 hingga 26 Januari 2026 karena larangan tersebut telah dijalani secara efektif."

Sementara itu FAM menyatakan bahwa mereka menerima putusan CAS tersebut. Maka, Malaysia resmi kehilangan 7 pemain naturalisasi tersebut karena putusan yang ada sekaligus membuat mereka kehilangan paspor Malaysia.

Para pemain tersebut sebelumnya sudah beberapa kali bermain bagi Harimau Malaya. Gabriel Palmero punya 4 caps, Figueiredo 3 caps, Irazabal 2 caps, Garces 2 caps, Hevel 2 caps, Holgado 2 caps, dan Machuca 1 cap.

Mereka turut bermain di laga FIFA Matchday melawan Cape Verde (29 Mei 2025), Singapura (4 September 2025), dan Palestina (8 September 2025). Sehingga, dari tiga laga tersebut, Malaysia diputuskan kalah 0-3.

"FAM menyatakan telah menerima keputusan yang dikeluarkan CAS terkait banding yang diajukan FAM soal 7 pemain tersebut. Banding FAM telah ditolak sedangkan banding para pemain diterima sebagian walau mereka tetap tidak boleh bermain dalam 8 bulan ke depan," bunyi pernyataan di website FAM.

Sementara itu AFC sebagai induk sepak bola Asia belum mau mengeluarkan komentar lebih lanjut terkait putusan CAS tersebut. AFC masih akan membahas putusan tersebut terkait apakah akan memberikan sanksi tambahan kepada Malaysia atau tidak.

"AFC telah mencatat keputusan yang dikeluarkan CAS pada tanggal 5 Maret 2026 mengenai FAM dan beberapa pemain terkait pelanggaran Kode Disiplin FIFA. Masalah ini sekarang dilimpahkan ke Komite Disiplin dan Etika AFC. AFC tidak akan berkomentar tentang proses yang sedang terjadi di Komite Disiplin dan Etika AFC," kata pihak AFC di website resminya.

Satu hal yang masih dinanti apakah AFC akan memberikan hukuman tambahan pada Malaysia, terutama terkait Kualifikasi Piala Asia 2027. Pasalnya para pemain tersebut juga turut bermain di laga kualifikasi, termasuk saat Malaysia menang dari Vietnam 4-0 pada 10 Juni 2025.

Ada potensi bahwa Malaysia akan dikeluarkan dari proses kualifikasi. Jika benar demikian, Vietnam yang akan diuntungkan karena mereka bisa lebih berpeluang lolos ke Piala Asia 2027 di Arab Saudi.

Baca juga artikel terkait TIMNAS MALAYSIA atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama