Menuju konten utama

Malaysia Disanksi WO 3 Laga, Jadi Berapa di Peringkat FIFA?

Malaysia dijatuhi sanksi dari FIFA, kalah wo dalam 3 laga lantaran terkait pemain naturalisasi. Cek penurunan Malaysia di ranking FIFA.

Malaysia Disanksi WO 3 Laga, Jadi Berapa di Peringkat FIFA?
Pemain Malaysia berpose sebelum pertandingan kualifikasi Piala Asia AFC Grup F antara Malaysia vs Vietnam. (Instagram/@malaysia_nt)

tirto.id - Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mendapatkan sanksi kalah walk out (WO) dalam 3 laga resmi oleh FIFA. Dengan sanksi itu, bagaimana posisi Malaysia di ranking FIFA?

Sanksi tersebut dijatuhkan Komisi Disiplin FIFA pada Rabu (17/12/2025) setelah FAM dinyatakan bersalah karena menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat.

Para pemain yang dimaksud tersebut adalah 7 pemain naturalisasi yang terbukti berbohong tentang keturunan Malaysia mereka.

Karena skandal pemalsuan dokumen itu, tiga laga resmi timnas Malaysia dianulir FIFA dan dinyatakan sebagai kekalahan Malaysia dengan skor 3-0.

Ketiga laga yang dianulir dan dinyatakan kalah WO itu adalah:

    • Malaysia vs Tanjung Verde pada 29 Mei (imbang 1-1),

    • Malaysia vs Singapura pada 4 September (menang 2-1),

    • Malaysia vs Palestina pada 8 September (menang 1-0).

Dengan sanksi anulir tersebut, posisi timnas Malaysia di ranking FIFA berubah, seiring hasil ketiga laga tersebut berubah jadi kekalahan 3-0.

Selain sanksi 3 laga yang dianulir, Malaysia juga dikenai sanksi denda sebesar CHF10.000 atau sekitar Rp209 juta.

Dalam rilisan pers pada Rabu, FAM menyatakan akan mengajukan permohonan kepada Komisi Disiplin FIFA untuk mendapatkan alasan di balik sanksi tersebut.

"FAM akan membuat permohonan tertulis untuk mendapatkan alasan daripada Komisi Disiplin FIFA, sebelum mempertimbangkan langkah selanjutnya terkait perkara ini," jelas FAM, dikutip dari laman resminya.

Malaysia Turun Berapa di Peringkat FIFA usai Sanksi WO 3 Laga?

Dinukil dari laman resmi FIFA, timnas Malaysia ini berada di peringkat 116 dunia. Ranking tersebut didapatkan Malaysia berdasarkan perhitungan koefisien FIFA per 19 November 2025.

Dengan diberikannya sanksi anulir 3 laga, posisi Malaysia tersebut diprakirakan bakal turun. Hal tersebut dikarenakan 3 laga yang disanksi tersebut berakhir dengan hasil positif, yakni imbang dan kemenangan.

Jika dianulir dan diputuskan jadi kalah 3-0, maka poin positif yang didapat timnas Malaysia dalam 3 laga tersebut akan berubah jadi negatif.

Semula, hasil imbang dalam laga kontra Tanjung Verde pada 29 Mei 2025 lalu membuat timnas Malaysia diperkirakan mendulang sekitar +2 poin.

Namun, karena hasil laga dianulir dan diputuskan jadi kalah 0-3, maka poin yang didapatkan Harimau Malaya diperkirakan jadi -4,857.

Perubahan serupa juga terjadi pada laga lainnya, yakni ketika Malaysia melawan Singapura dan Palestina pada September lalu.

Semula, kemenangan atas Singapura pada 4 September 2025 lalu membuat Malaysia diperkirakan mendapatkan kenaikan poin ranking FIFA sebesar +4,256. Namun, jika hasil pertandingan jadi kekalahan 0-3, maka Harimau Malaya perkiraan mendapatkan poin -5,774.

Sementara itu, dalam laga kontra Palestina, kemenangan 1-0 semula membuat timnas Malaysia diperkirakan mendulang +5,837 poin. Namun, dengan anulir dan laga menjadi kekalahan Malaysia 0-3, maka poin yang didulang Harimau Malaya diperkirakan jadi -4,163.

Dengan poin-poin yang berubah menjadi minus tersebut, posisi Malaysia dalam ranking timnas sedunia FIFA diprediksi akan turun signifikan. Penurunan bahkan bisa membuat Malaysia mendapatkan peringkat di bawah 120.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa perhitungan poin peringkat Malaysia di ranking FIFA tersebut hanyalah perkiraan semata. Dilansir dari laman resminya, FIFA akan mengeluarkan update ranking timnas pada 19 Desember 2025 mendatang.

RankingFIFA sendiri kini menggunakan formula bernama Elo Model. Formula ini melibatkan indeks di luar hasil pertandingan, seperti siapa tim yang diunggulkan, level pertandingan, dan ekspektasi hasil pertandingan.

Formula itu membuat kemenangan melawan tim yang lebih unggul mendapatkan poin lebih besar, ketimbang kemenangan melawan tim yang lebih lemah.

Kemenangan di level pertandingan Piala Dunia juga lebih besar ketimbang kemenangan dalam laga persahabatan.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Sepakbola
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan