tirto.id - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) tercatat sebesar 954,71 dolar AS per metrik ton (MT). Angka ini meningkat 43,80 dolar AS atau 4,81 persen dari HR CPO periode 1—31 Agustus 2025 yang tercatat sebesar 910,91 dolas AS per MT.
Penetapan ini tercantum dalam “Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1845 tahun 2025 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit” untuk periode 1—30 September 2025.
“Saat ini, HR CPO meningkat menjauhi ambang batas 680 dolar AS per MT," kata Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, dalam keterangannya, dikutip Selasa (2/9/2025).
Sumber harga untuk penetapan HR CPO diperoleh dari rata-rata harga selama periode 25 Juli-24 Agustus 2025 pada bursa CPO di Indonesia yang sebesar 895,72 dolar AS per MT, bursa CPO di Malaysia sebesar 1.013,70 dolar AS per MT, dan harga port CPO Rotterdam sebesar 1.240,12 dolar AS per MT.
Apabila terdapat perbedaan harga rata-rata pada tiga sumber harga sebesar lebih dari 40 dolar AS, maka perhitungan HR CPO menggunakan rata-rata dari dua sumber harga yang menjadi median dan sumber harga terdekat dari median, sehingga harga referensi bersumber dari bursa CPO di Malaysia dan bursa CPO di Indonesia. Sesuai dengan perhitungan tersebut, ditetapkan HR CPO sebesar 954,71 dolar AS per MT.
Lebih lanjut Tommy mengatakan, peningkatan HR CPO tersebut karena adanya peningkatan permintaan terutama dari India dan rencana penerapan kebijakan mandatori B50 di Indonesia. Penyebab berikutnya adalah peningkatan harga minyak nabati lainnya, yang dalam hal ini adalah minyak kedelai.
"Hal itu diakibatkan rencana Tiongkok untuk mengenakan antidumping duty minyak kanola asal Kanada, serta kebijakan mandatory biodiesel Amerika Serikat untuk menggunakan minyak kedelai," pungkas dia.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































