Menuju konten utama

Harga Minyak Melonjak US$2 Imbas Penutupan Kembali Selat Hormuz

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 dolar AS setelah Iran tutup kembali Selat Hormuz akibat rencana serangan tambahan dari militer Amerika.

Harga Minyak Melonjak US$2 Imbas Penutupan Kembali Selat Hormuz
Kapal pertamina di selat hormuz, dari rilis PT Pertamina Patra Niaga Subholding Downstream. (FOTO/dok. Pertamina)

tirto.id - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2 dolar Amerika Serikat (AS) per barel pada perdagangan Kamis (11/6/2026). Lonjakan ini terjadi setelah militer Iran mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia, menyusul ancaman serangan tambahan dari AS.

Mengutip Reuters, harga kontrak berjangka minyak Brent naik 2,30 dolar AS atau 2,47 persen, menjadi 95,40 dolar AS per barel. Sedangkan, harga minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,60 dolar AS atau 2,89 persen ke level 92,63 dolar AS per barel.

Sementara itu, penutupan kembali Selat Hormuz diumumkan oleh Komando militer gabungan tertinggi Iran pada hari ini. Adapun, pelayaran ditutup termasuk untuk kapal tanker minyak dan kapal niaga. Iran juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintasi jalur tersebut akan ditembaki.

Meski demikian, militer Amerika Serikat melalui unggahan di platform X pada Rabu (10/6/2026) menyatakan bahwa kapal-kapal komersial masih terus melintas keluar-masuk Selat Hormuz.

Militer AS juga menegaskan tidak ada kapal perang Amerika yang terkena serangan di perairan tersebut, setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa kapal-kapal AS di sekitar jalur pelayaran itu menjadi sasaran rudal dan pesawat nirawak.

Di sisi lain, pasukan AS mulai melancarkan serangan tambahan terhadap sejumlah target di Iran pada pukul 17.15 waktu setempat EDT (21.15 GMT). Serangan terbaru ini menjadi bagian dari eskalasi saling serang antara kedua negara yang berisiko memicu kembali perang skala penuh. Konflik tersebut sempat mereda pada awal April setelah kedua pihak menyepakati gencatan senjata yang rapuh.

Blokade Iran terhadap Selat Hormuz yang telah berlangsung selama berbulan-bulan terus menjaga harga minyak tetap tinggi. Pasalnya, Selat yang biasanya menjadi jalur sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia itu merupakan salah satu titik vital perdagangan energi global.

Sementara itu, Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) pada Rabu (10/6/2026) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 7,2 juta barel menjadi 426,5 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Juni. Angka tersebut lebih besar dibandingkan perkiraan analis dalam jajak pendapat Reuters yang memproyeksikan penurunan sebesar 4 juta barel.

Persediaan minyak mentah AS, termasuk cadangan strategis, telah menyusut 79 juta barel sejak perang dengan Iran pecah pada 28 Februari. Penurunan itu terjadi ketika produsen minyak terbesar di dunia tersebut berupaya menutup kekurangan pasokan akibat penutupan efektif Selat Hormuz.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK DUNIA NAIK atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah