Menuju konten utama

Harga Bahan Pangan Turun, tapi Masih di Atas Acuan Pemerintah

Harga sejumlah komoditas pangan mulai menunjukan tren penurunan, tapi masih di atas HAP yang diatur pemerintah.

Harga Bahan Pangan Turun, tapi Masih di Atas Acuan Pemerintah
Pedagang menunjukkan bawang merah jualannya di Pasar Induk Manonda, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (6/3/2024). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/rwa.

tirto.id - Harga sejumlah komoditas pangan mulai menunjukan tren penurunan. Seturut pantauan Tirto di Pasar Mampang, Jakarta Selatan, harga beberapa bahan pangan, seperti bawang merah dan cabai raawit, mulai mendekati normal.

Rahayu, pemilik salah satu kios di Pasar Mampang, mengatakan bahwa harga-harga bahan pangan berangsur menurun beberapa minggu setelah Idulfitri. Harga bawang merah yang semula meroket Rp80.000 per kilogram (kg), misalnya, sudah turun ke Rp50.000 per kg pada Selasa (7/5/2024).

Meski demikian, harga komoditas bawang merah saat ini masih terbilang tinggi. Pasalnya, harga di pasar tradisional saat ini masih di atas harga acuan pemerintah (HAP) di tingkat konsumen yang diatur sebesar Rp36.500–Rp41.500 per kg.

Di samping itu, harga cabai merah keriting dan cabai rawit terpantau mulai mendekati harga normal Rp50.000 per kg. Sementara itu, hanya harga sayur kol yang mengalami kenaikan, dari Rp10.000 per kg menjadi Rp20.000 per kg.

Berbeda dengan pedagang di pasar tradisional, pedagang sayur keliling di Mampang justru masih menjual bawang merah dengan harga Rp75.000 per kg. Sementara itu, harga cabai merah keriting dan cabai rawit dibanderol sama seperti di pasar, yakni Rp50.000 per kg.

Pada panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Selasa (7/5/2024) hari ini, harga rata-rata bawang merah nasional adalah Rp49.190 per kg atau masih jauh di atas ketentuan HAP.

Kemudian, harga rata-rata cabai rawit merah tercatat Rp44.650 per kg dan cabai merah keriting Rp47.250 per kg. Beberapa bahan pangan yang harganya mengalami kenaikan adalah beras premium. Harga beras premium tercatat Rp15.780 per kg atau naik 0,64 persen. Ada pula beras medium yang dihargai Rp13.600 per kg atau naik 0,22 persen.

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, menyebut salah satu sebab naiknya harga-harga bahan pangan adalah kondisi alam di sentra penghasil. Sentra bawang merah di Brebes, Jawa Tengah, misalnya, sempat mengalami banjir.

"Beberapa yang kena banjir. Saya kira itu hanya sebentar. Karena bawang merah ini kita tanam sendiri, jadi enggak ada soal," kata Zulkifli saat mengunjungi Pasar Palmerah, Jakarta, Selasa (30/4/2024).

Menurut informasi dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), beberapa wilayah penghasil bahan pangan juga mengalami kegagalan panen.Di antaranya terjadi di Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Pati. Hal ini turut mempengaruhi produksi secara nasional.

Baca juga artikel terkait EKONOMI MIKRO atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Fadrik Aziz Firdausi