Menuju konten utama

Gus Ipul Tekankan Lima Prioritas bagi DNIKS pada HUT Ke-59

Gus Ipul menyampaikan lima pesan kepada DNIKS pada HUT ke-59 untuk memperkuat data, SDM, dan kolaborasi dalam mewujudkan kesejahteraan sosial.

Gus Ipul Tekankan Lima Prioritas bagi DNIKS pada HUT Ke-59
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan lima pesan kunci kepada Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 DNIKS di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (24/7/2026). (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memaparkan lima pesan utama kepada Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 DNIKS di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Kelima pesan itu menjadi acuan DNIKS selaku mitra strategis pemerintah dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Mengusung tema "Ikut Memajukan Kesejahteraan Umum", peringatan HUT ke-59 DNIKS dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Ketua Umum DNIKS Effendy Choirie, jajaran Kementerian Sosial, organisasi sosial, serta para mitra kesejahteraan sosial.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menyampaikan perkataan presiden bahwa di balik berbagai capaian pembangunan, Indonesia masih menghadapi tantangan besar berupa kesenjangan yang harus diatasi bersama .

“Ada keberhasilan kita, tetapi juga ada PR besar kita, yaitu mengenai kesenjangan. Setidak-tidaknya ada tiga, yakni kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, kualitas pendidikan yang belum merata, serta pengangguran dan keterbatasan lapangan pekerjaan,” kata Gus Ipul.

Kata Gus Ipul, presiden juga kerap mengingatkan pentingnya kembali pada amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945, sebagai landasan mewujudkan kesejahteraan sosial.

Menurutnya, Kementerian Sosial menjalankan amanat tersebut melalui penyelenggaraan rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial bagi fakir miskin, anak terlantar, serta Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

“Kalau kita ingin membantu Presiden, kalau kita ingin meningkatkan kesejahteraan, maka proses bisnis ini harus juga dijadikan pedoman,” ujarnya.

Seluruh upaya tersebut, lanjut Gus Ipul, diarahkan untuk mendukung pencapaian SDGs, mulai dari pengentasan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pembangunan yang inklusif.

Lima Pesan untuk DNIKS

Pesan pertama, Gus Ipul meminta DNIKS ikut memperkuat kualitas data kesejahteraan sosial melalui pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar seluruh intervensi sosial.

“DNIKS harus juga ikut peduli untuk menghadirkan data yang akurat. Sejak tahun 2025 kita memiliki Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Tugas Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah dan kementerian lain adalah membantu pemutakhiran data tersebut,” katanya.

Pesan kedua adalah memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Menurut Gus Ipul, masih banyak LKS yang perlu didorong agar memiliki standar kelembagaan, SDM, dan sarana prasarana yang memadai.

“Saya ingin DNIKS membantu supaya Lembaga Kesejahteraan Sosial ini profesional dan melayani pemerlu pelayanan sosial dengan kualitas yang baik serta berstandar nasional,” ujarnya.

Pesan ketiga, DNIKS diminta mendorong percepatan akreditasi LKS di seluruh Indonesia guna meningkatkan kepercayaan publik sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan dalam penyelenggaraan layanan sosial.

“Oleh karena itulah saya juga meminta DNIKS untuk mendorong adanya akreditasi LKS di seluruh Indonesia untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap LKS-LKS dan memitigasi adanya penyimpangan-penyimpangan,” kata Gus Ipul.

Selanjutnya yang keempat adalah memperluas kemitraan dengan dunia usaha, lembaga filantropi, dan berbagai pemangku kepentingan agar penyelenggaraan kesejahteraan sosial semakin kuat dan berkelanjutan.

Adapun pesan kelima ialah mendorong lahirnya berbagai inovasi program yang adaptif terhadap perkembangan zaman sehingga manfaat layanan sosial semakin dirasakan masyarakat.

Memperkuat Kolaborasi

Ketua Umum DNIKS Effendy Choirie mengatakan selama 59 tahun DNIKS telah menjadi mitra strategis Kementerian Sosial sekaligus menaungi berbagai organisasi sosial di Indonesia.

“Ternyata DNIKS punya sejarah yang lumayan panjang. Punya peran yang lumayan panjang untuk menjadi mitra Kementerian Sosial sejak kelahirannya. Oleh karena itu, sampai hari ini menjadi mitra dan sekaligus melakukan inovasi dan kreasi-kreasi sehingga tidak selalu bergantung kepada Kementerian Sosial,” ujarnya.

Menurut Effendy, peringatan HUT ke-59 menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi kesejahteraan sosial hingga tingkat daerah melalui Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) dan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS).

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi bersama pemerintah dalam upaya mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial.

“Melalui forum ini saya mengajak kita membangun kolaborasi. Kolaborasi untuk pemberantasan kemiskinan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan Indonesia,” katanya.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria menegaskan berbagai program pemerintah saat ini berfokus pada masyarakat miskin dengan desa sebagai ujung tombak pemerataan ekonomi.

“Semua program Bapak Presiden yang disasar utamanya adalah masyarakat di level bawah. Karena itu Kementerian Desa bersama Kementerian Sosial harus terus bersinergi mempercepat pengentasan kemiskinan,” ujar Ahmad Riza Patria.

Rangkaian peringatan HUT ke-59 DNIKS ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur sekaligus komitmen memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi sosial, dunia usaha, dan masyarakat dalam memajukan kesejahteraan umum.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis