tirto.id -
"Presiden memiliki atensi luar biasa pada para korban, baik dari petugas atau masyarakat, tindak lanjut dari perhatian itu, ada rehabilitasi sosial pada korban dan keluarganya, yang menitikberatkan pada penguatan pada bidang keterampilan, aset, dan aksesnya," ujar Menteri Sosial Gus Ipul.
Selain bantuan rehabilitasi sosial, lanjut Gus Ipul, pihaknya juga akan memberikan bantuan biaya untuk advokasi hukum, jika ada pihak keluarga korban yang membutuhkan.
Gus Ipul didampingi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memberikan santunan kepada keluarga empat korban tewas di rumah Rusdam Diansyah, pengemudi ojek online yang tewas dikeroyok dalam unjuk rasa di depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI). Selain korban meninggal, Gus Ipul juga memberikan santunan pada korban luka-luka lainnya.
Di rumah Rusdam Diansyah juga turut hadir perwakilan keluarga tiga korban meninggal lainnya, yakni Syaifullah Akbar (43), Sarinawati (20), dan Akbar Basri (27). Gus Ipul menyerahkan amplop berisi uang tunai Rp 15 juta bagi korban meninggal dan Rp 5 juta bagi korban luka-luka. Selain uang tunai, Kemensos juga memberikan paket sembako pada keluarga korban.

Usai memberikan santunan dana pada keluarga korban, Gus Ipul juga membesuk Budi Haryadi, anggota Satpol PP Makassar, yang masih dirawat di RS Primaya.
Anggota Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimmum) Polda Sulsel bersama anggota Polrestabes Makassar telah menangkap 29 orang tersangka, yang diduga terlibat beberapa tindak pidana, seperti perusakan dan pembakaran gedung kantor, pembakaran 67 unit mobil dan 15 unit sepeda motor di kantor DPRD Makassar, pidana penghasutan, dan pencurian barang-barang di sekitar lokasi unjuk rasa.
Penulis: MN Abdurrahman
Editor: Alfons Yoshio Hartanto
Masuk tirto.id

































