Menuju konten utama

Gus Ipul Pastikan Efisiensi dan WFH Tak Ganggu Layanan Kemensos

Gus Ipul meminta unit-unit Kemensos yang bersentuhan langsung dengan masyarakat agar menyesuaikan pola kerja tanpa menghentikan layanan.

Gus Ipul Pastikan Efisiensi dan WFH Tak Ganggu Layanan Kemensos
Gus Ipul saat memimpin rapat dinas bersama seluruh jajaran Eselon I dan II, para Kepala Biro, Kepala Sentra dan Balai se-Indonesia yang mengikuti secara luring maupun daring, Staf Khusus Menteri, serta Tenaga Ahli Menteri, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026). (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Transformasi budaya kerja dan efisiensi energi di lingkungan Kementerian Sosial tidak boleh mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan hal ini dalam rapat dinas di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).

"Negara sedang bertransformasi, menuju produktivitas yang efisien," kata dia.

Kemensos RI menggelar rapat dinas pada hari ini untuk menindaklanjuti kebijakan nasional terkait dengan transformasi budaya kerja dan efisiensi energi. Kebijakan tersebut mengatur skema kerja dari mana saja (WFA) pada hari Jumat dan penghematan energi di lingkungan instansi pemerintahan.

Rapat ini dihadiri seluruh jajaran Eselon I dan II, para Kepala Biro, Kepala Sentra dan Balai se-Indonesia yang hadir secara luring dan daring. Hadir pula Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, beserta para Staf Khusus Menteri dan Tenaga Ahli Menteri.

Dalam rapat tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa semangat penghematan harus tumbuh di internal Kementerian Sosial. Efisiensi bisa diwujudkan lewat pola kerja, konsumsi energi, perjalanan dinas, hingga kedisiplinan pegawai.

Namun, ia mewanti-wanti agar efisiensi tidak menjadi alasan untuk pelonggaran komitmen memberikan pelayanan publik yang berkuaitas.

"Prinsip kita adalah Kemensos hemat, layanan tetap hebat. Jangan ada layanan yang libur ketika WFH [Work From Home]," tegasnya.

Gus Ipul juga meminta unit-unit Kemensos yang bersentuhan langsung dengan publik agar menyesuaikan pola kerja tanpa menghentikan layanan.

Demikian pula dengan pelaksanaan sejumlah program prioritas, ia berharap tetap berjalan optimal. Program-program itu seperti distribusi bantuan sosial, layanan rehabilitasi sosial, perlindungan sosial, respons bencana, operasional Sekolah Rakyat, hingga layanan aduan masyarakat.

Maka itu, Gus Ipul memerintahkan para pimpinan unit segera memetakan pola kerja untuk memilah aktivitas yang dapat dikerjakan secara digital, dan yang butuh kehadiran langsung pegawai.

Sementara hari Jumat, lanjut dia, harus menjadi momentum untuk menuntaskan laporan, evaluasi kinerja, rapat daring, konsolidasi administrasi, hingga tindak lanjut atas hasil kerja mingguan. Gus Ipul menyebutnya sebagai Jumat Produktif Digital.

Efisiensi dalam perjalanan dinas dan pemakaian fasilitas kantor turut menjadi perhatian Gus Ipul. Ia meminta agenda perjalanan dinas dipangkas secara signifikan dan kendaraan dinas hanya boleh dipakai untuk keperluan yang betul-betul penting. Adapun pemakaian listrik, air, AC, dan perangkat elektronik di lingkungan kantor mesti dikendalikan dengan disiplin.

Gus Ipul ingin efisiensi dibuktikan dengan hasil yang terukur, bukan sekadar jargon. Karena itu, setiap unit kerja wajib menyusun langkah penghematan yang konkret, lengkap dengan indikator keberhasilan, target jelas, mekanisme pelaksanaan, dan jadwal evaluasi rutin.

Pengawasan Diperketat

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial akan menerapkan sistem pengawasan pegawai yang lebih ketat.

Sistem absensi akan diperkuat dengan verifikasi lokasi. Ada pula check point tambahan saat siang hari untuk memastikan pegawai benar-benar bekerja dari tempat yang semestinya.

Langkah ini untuk mencegah para pegawai menyalahartikan pelaksanaan kerja dari rumah (WFH) sebagai kesempatan memperpanjang akhir pekan.

Robben menegaskan, Kemensos berupaya menunjukkan bahwa transformasi budaya kerja berjalan secara serius, akuntabel, serta menghasilkan efisiensi yang nyata.

"Supaya nanti saat dievaluasi, kita bisa menunjukkan hasil. Tidak hanya kualitatif, tetapi kuantitatifnya juga bisa ditampilkan dengan cukup baik," jelasnya.

Rapat hari ini menegaskan komitmen Kemesos dalam mendukung kebijakan transformasi budaya kerja nasional dengan sungguh-sungguh. Sementara efisiensi didorong menjadi bagian dari reformasi birokrasi, pelayanan kepada publik tetap menjadi prioritas utama.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis