Menuju konten utama

Gus Ipul Ajak Ratusan Operator Desa Hadirkan Data Akurat

Di Jombang, Gus Ipul ajak 919 operator desa dan pilar sosial perkuat kolaborasi pemutakhiran DTSEN demi penyaluran bansos yang akurat dan tepat sasaran.

Gus Ipul Ajak Ratusan Operator Desa Hadirkan Data Akurat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak ratusan operator data desa dan pilar-pilar sosial ikut pemutakhiran data dalam acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Pendopo Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/2/2026). foto/Dok. Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak ratusan operator data desa, pilar sosial, kepala desa, serta berbagai elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Sore ini saya beserta Bupati, Wakil Bupati Jombang, beserta para pendamping, ada operator data desa, ada kepala desa, dan juga elemen-elemen lain, untuk memperkuat kolaborasi, memperkuat koordinasi untuk menghadirkan data yang lebih akurat," kata Gus Ipul usai acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden dalam rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi di Pendopo Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/2/2026) sore.

Gus Ipul tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Acara dibuka dengan penampilan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Jombang yang membawakan pidato dalam bahasa Inggris dan Arab, paduan suara, serta pembacaan puisi. Para pilar sosial turut memeriahkan kegiatan dengan penampilan paduan suara yang disambut antusias peserta. Suasana berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Gus Ipul menjelaskan bahwa berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 di hadapan 919 peserta. DTSEN menjadi rujukan utama dalam penyaluran bantuan sosial dan program pemerintah, baik pusat maupun daerah. Agar bantuan tepat sasaran, pembaruan data harus dilakukan secara berkala.

"Jadi kita ini sebenarnya sudah enak dituntun oleh Presiden, sudah pakainya datanya sama, pakai ini saja. Kalau ada salah-salahnya, ya mari kita perbaiki, karena data ini dinamis, pagi sama sore sudah berubah," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa dinamika sosial masyarakat terjadi setiap hari, mulai dari kelahiran, kematian, perpindahan penduduk, hingga pernikahan. "Jadi dinamis sekali, untuk itu pemutahkiran menjadi sangat penting dan sangat strategis, dan pemutahkiran itu menjadi tanggung jawab kita bersama," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menyoroti peran strategis operator data desa sebagai garda terdepan dalam proses pemutakhiran data. Ia pun menitipkan pesan khusus kepada mereka.

"Yang pertama, saya ingin operator data desa ini benar-benar bisa bekerja dengan profesional, mengerti tugasnya dengan baik," imbuhnya.

Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah, khususnya Bupati/Wali Kota, untuk turut memikirkan kesejahteraan operator data desa. "Jadi Pak lurah dan kepala desa, (operator) sangat strategis menentukan (input) data-data yang datang dari desa," ujarnya.

Gus Ipul menjelaskan terdapat dua jalur pemutakhiran data. Pertama adalah jalur formal melalui RT/RW dan musyawarah desa, dilanjutkan ke Dinas Sosial dan BPS setempat hingga ditetapkan oleh Bupati/Wali Kota.

Jalur kedua adalah jalur partisipasi masyarakat yang terbuka bagi siapa saja. Kemensos telah menyediakan sejumlah kanal, seperti aplikasi Cek Bansos, Call Center, dan WhatsApp Center.

"Ada jalur formal, ada jalur partisipasi, yang pada intinya kita ingin elemen-elemen strategis seperti RT, RW, lurah atau kepala desa, kemudian Dinsos, BPS di daerah, itu berkolaborasi di bawah koordinasi Pak Bupati," kata Gus Ipul.

Data yang telah dimutakhirkan di tingkat daerah selanjutnya akan diolah oleh BPS pusat dan disajikan dalam bentuk hasil pemutakhiran setiap tiga bulan.

Bupati Jombang Warsubi menyambut positif kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam pemutakhiran dan pemanfaatan DTSEN.

"DTSEN merupakan basis data tunggal individu dan atau keluarga yang memuat kondisi sosial dan ekonomi penduduk Indonesia, yang telah dikelompokkan dalam tingkat kesejahteraan atau Desil," kata Warsubi didampingi Wakil Bupati Jombang M. Salmanudin.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis