Menuju konten utama

Grand Final Proliga 2026: Pertamina Enduro Siap Fisik dan Mental

Pertamina Enduro vs Phonska Plus bertanding di grand final Proliga 2026 menggunakan format best of three. Tisya Amalia sebut timnya siap fisik dan mental.

Grand Final Proliga 2026: Pertamina Enduro Siap Fisik dan Mental
Pevoli Jakarta Pertamina Enduro Shindy Sasgia (kiri) berselebrasi bersama rekannya usai mencetak angka saat melawan tim Medan Falcons pada pertandingan Putaran Pertama Minggu Keempat Proliga 2026 di GOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, Jumat (30/1/2026). Jakarta Pertamina Enduro menang atas Medan Falcons dengan skor 3-0 (25-9, 25-18, dan 25-20). ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia bertemu di babak grand final Proliga 2026. Dalam laga yang digelar dalam format best of three pada 24-26 April 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Pertamina Enduro sudah menyiapkan kondisi fisik dan mental menghadapi lawan berat.

Pertamina Enduro berhasil lolos ke babak grand final Proliga 2026 setelah memuncaki klasemen final four. Dari 6 laga yang dijalani, Megawati Hangestri dan kawan-kawan mampu memetik 5 kemenangan dan 1 kali tumbang.

Satu-satunya tim yang mampu mengalahkan Pertamina Enduro di babak final four adalah Electric PLN. Sementara itu, Phonska Plus yang menjadi lawan mereka di babak grand final Proliga 2026 selalu dikalahkan Pertamina Enduro pada final four dengan skor identik 3-1.

Kendati begitu, kondisi fisik dan mental bakal menjadi faktor utama dalam perebutan gelar juara Proliga 2026 di sektor putri. Pasalnya, baik Pertamina Enduro maupun Phonska Plus bakal menjalani jadwal padat di babak final series.

Setter Pertamina Enduro yang juga kapten tim, Tisya Amalia menegaskan timnya sudah siap secara fisik dan mental. Dia pun yakin bisa mempertahankan gelar yang mereka raih pada Proliga 2025 tersebut di musim ini.

“Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh pemain siap secara mental dan fisik. Kami juga mematangkan sistem permainan yang telah kami bangun secara disiplin,” kata Tisya Amalia dalam rilis resmi Jakarta Pertamina Enduro.

Grand final Proliga 2026 sendiri bakal berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya. Pasalnya, babak final menggunakan format series, sehingga konsistensi permainan sangat krusial.

Jika di babak grand final sebelum Proliga 2026 tim yang tampil bagus di babak grand final bisa menjadi juara, di edisi kali ini mereka harus tampil konsisten. Terlebih, jika series berlangsung hingga pertandingan ke-3.

Perubahan format grand final Proliga 2026 pun membuat tim peserta harus mempersiapkan fisik pemain dengan baik. Jadwal yang padat dengan intensitas tinggi pun jadi tantangan setiap tim.

Musim lalu Pertamina Enduro berhasil menjadi juara Proliga setelah menumbangkan Popsivo Polwan di grand final. Musim ini, Tisya Amalia dan kawan-kawan bakal menghadapi Phonska Plus dalam final series.

Jika Pertamina Enduro atau Phonska Plus mampu meraih 2 kemenangan di 2 laga awal, babak grand final bakal selesai 2 game. Namun, jika skor sama kuat 1-1, laga bakal berlanjut hingga game 3, sehingga kondisi fisik dan mental bakal mempengaruhi permainan tim.

Baca juga artikel terkait PROLIGA atau tulisan lainnya dari Permadi Suntama

tirto.id - Olahraga
Penulis: Permadi Suntama
Editor: Iswara N Raditya