tirto.id - Perhelatan bergengsi GITEX ASIA 2025 menghadirkan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk bertukar gagasan sekaligus membuka peluang kolaborasi. Mengusung tema ‘Memajukan Kemitraan yang Berani di Asia’, para pembicara hadir langsung untuk menjalin kerjasama strategis dan menekankan isu digital yang patut disoroti semua pihak.
Executive Vice President Dubai World Trade Center & CEO KAOUN International, Trixie LohMirmand, mempertegas upaya GITEX ASIA 2025 dalam menggerakkan pemberdayaan ihwal perkembangan teknologi. Perhelatan akbar ini sendiri, telah berhasil mendatangkan lebih dari 70 persen perusahaan yang belum memasuki kawasan Singapura.
“Ini tentang hubungan baru, aliansi baru, imajinasi baru yang akan muncul dari tiga hari ini. Dan inilah yang kami cita-citakan. Kami terus bekerja keras untuk memperluas ekosistem global, sehingga kami memiliki lebih banyak peluang bagi semua orang, terutama bagi UKM dan perusahaan rintisan untuk berkembang dan tentu saja untuk mengembangkan sumber daya manusia dan membuat seluruh jagat kecerdasan artifisial global jauh lebih besar dan jauh lebih kompetitif bagi semua orang,” ungkap Trixie saat pembukaan GITEX ASIA 2025 di Marina Bay Sands, Singapura, Rabu (23/4).
Urgensi Keamanan Siber
Pada kesempatan yang sama, Head of Cybersecurity United Arab Emirates (UAE), Mohamed Al Kuwaiti, yang turut hadir menekankan urgensi kebudayaan siber sebagai bagian mendasar dalam transformasi digital. Alasan dari keamanan siber dianggap krusial adalah serangan siber yang ramai ditemukan. Kejahatan, terorisme, hingga perang di dunia siber terjadi tanpa acuh terhadap sasarannya. Pemerintah, perusahaan rintisan, hingga individu dapat menjadi target aksi kejahatan tersebut.
Terlebih, budaya keamanan siber tidak hanya berkaitan dengan praktiknya yang dibutuhkan dalam sistem keamanan, melainkan juga berkaitan dengan ekosistem digital.
“Budaya keamanan siber penting dan tidak terpisahkan dari segala yang kita lakukan. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan praktik yang dibutuhkan di seluruh dunia, tetapi juga untuk ekosistem hebat yang hadir di antara kita saat ini,” tegasnya.
Mohamed mengatakan bahwa keamanan siber merupakan pilar utama bagi pelindungan keamanan hingga kemakmuran wilayah. Sebab itu, dirinya menyampaikan, ekspansi keamanan siber perlu dilakukan untuk menyukseskan berbagai upaya keamanan yang saat ini sedang dijalankan oleh tiap negara.
Melengkapi urgensi yang disampaikan oleh Mohamed, Chief Executive Cybersecurity Agency of Singapore, David Koh, menjelaskan untuk mencapai hal tersebut penting untuk menegakkan tatanan negara. Ia menilai, berbagai negara perlu bekerja sama dalam memperkuat posisinya, terutama negara kecil dan berkembang.
“Di dunia siber, kita perlu bekerja sama untuk memperkuat dan memajukan kerangka normatif bagi budaya negara yang bertanggung jawab,” ujar David.
Dengan Singapura dan Malaysia yang tengah memimpin dalam penerapan norma tersebut, David meyakini bahwa negara Asia Tenggara lainnya dapat saling mendukung. Pasalnya, negara-negara dengan pemikiran dan kepentingan yang sama harus bersatu dalam menemukan solusi
“Negara-negara yang memiliki pemikiran yang sama harus bersatu untuk menemukan solusi bagi tantangan keamanan bersama. Misalnya, peretas sering kali mengeksploitasi kerentanan pada perangkat IoT kita untuk mengakses perangkat kita. Negara-negara perlu bekerja sama untuk mengembangkan standar teknis bersama guna melindungi perangkat IoT kita, yang ada di mana-mana di rumah kita,” kata Koh.
Terakhir, Koh menekankan bahwa setiap negara perlu memastikan untuk berinvestasi pada rakyat dan belajar dari negara lain. Hal ini untuk mempersiapkan diri dari dinamika tantangan geopolitik dan ketidakpastian global.
“Setiap negara perlu memastikan untuk berinvestasi pada rakyatnya sendiri dan siap untuk belajar dari negara lain. Di tengah ketidakpastian yang ada di sekitar kita, penting bagi kita untuk terus membekali masyarakat agar mampu merespons dan memanfaatkan peluang yang ada," imbuhnya.
Editor: Nuran Wibisono
Masuk tirto.id







































