Menuju konten utama

Gibran Tepis Anggapan Pembangunan IKN Merusak Hutan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menepis anggapan pembangunan Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, merusak hutan.

Gibran Tepis Anggapan Pembangunan IKN Merusak Hutan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan pembekalan kepada 100 Peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV dan 110 Peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXVIII, di Istana Wakil Presiden, Senin (14/7/2025). FOTO/Dokumentasi Setwapres.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menepis anggapan pembangunan Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, merusak hutan.

Menurut Gibran, lahan IKN berada di kawasan hutan produksi eukaliptus yang biasanya dipanen secara berkala per 6-7 tahun. Gibran menjamin pemerintah pusat akan mengembalikan lagi hutan di IKN dengan pohon endemik asli Kalimantan

"Sudah tahu yang benar? Di sana ada produksi hutan eukaliptus yang memang setiap 6-7 tahun itu memang dipotong. Jadi, sekarang kita bangun di IKN di sana, terus akan kita kembalikan lagi hutan heterogen, asli endemi," kata Gibran, dalam kegiatan Green Impact Festival di Jakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (24/7/2025).

Gibran mengklaim pembangunan IKN merupakan komitmen pemerintah untuk mengurangi dampak perubahan iklim di tanah air.

"Coba kita sekarang lompat ke IKN, jadi komitmen Indonesia untuk mengurangi dampak perubahan iklim ini sudah sangat besar," ucap Gibran.

Pasalnya, terdapat program pembibitan alias nursery center di IKN. Kapasitas nursery center itu disebut mencapai 15 juta bibit per tahun.

Selain di IKN, kata Gibran, fasilitas serupa juga dapat ditemukan di Jawa Barat maupun provinsi lain se-tanah air. Dengan demikian, nursery center se-Indonesia dapat menghasilkan puluhan juta bibit per tahun.

"Ada juga di Jawa Barat, kapasitasnya hampir sama [dengan nursery center di IKN]. Intinya kalau ditotal seluruh Indonesia, kita punya 83 juta bibir per tahun bibit nursery," tukas Gibran.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, mendesak untuk berkantor di IKN. Atas nama Partai NasDem, Saan beralasan bahwa penempatan Gibran di IKN agar wilayah tersebut berfungsi selayaknya ibu kota pemerintahan negara.

"Jadi biar IKN ada aktivitas dan biar gedung-gedung yang sudah dibangun itu tidak terlantar. Jadi kan nanti biaya pemeliharaanmya mahal kalau tidak ada aktivitas kan. Jadi kita meminta supaya ada aktivitas dengan cara Wapres berkantor di IKN," kata Saan Mustofa dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Nasdem, Jumat (18/7/2025).

Saan berharap Gibran tidak hanya sendirian jika berkantor di IKN. Dia berharap agar Gibran mengajak serta kementerian koordinator dan lembaga negara lainnya untuk menghuni wilayah yang berada di Kabupaten Penajem Paser Utara.

"Wakil Presiden dan beberapa Kementerian atau Lembaga prioritas menyelenggarakan kegiatan pemerintahan di IKN dengan mengoptimalkan infrastruktur yang sudah terbangun. Misalnya Kementerian Komenko Polhukam, Komenko Perekonomian, Kementerian PUPR, Bappenas dapat menjadi pionir pemindahan," ujarnya.

Menurutnya keberadaan Gibran dan alat kelengkapan negara di IKN dapat menunjang pembangunan IKN agar lebih cepat dan progresif.

Baca juga artikel terkait IKN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama