Menuju konten utama

Gempa Susulan Guncang NTT, SAR Evakuasi Lansia-Ibu Hamil

SAR intensifkan evakuasi medis dan penyisiran di wilayah NTT terdampak rangkaian gempa susulan hari ini.

Gempa Susulan Guncang NTT, SAR Evakuasi Lansia-Ibu Hamil
Personel Personel Basarnas dan SAR Polri memeriksa kondisi bangunan yang rusak saat melakukan penyisiran di lokasi terdampak gempa bumi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Penyisiran dilakukan di sejumlah titik terdampak gempa bumi untuk memastikan tidak ada korban yang masih belum dievakuasi. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tim SAR Gabungan mengintensifkan evakuasi medis dan penyisiran di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak rangkaian gempa susulan, Kamis (20/8/2026). Operasi tim SAR gabungan ini dipusatkan di empat kabupaten, yaitu Manggarai Timur, Manggarai, Ngada, dan Nagekeo.

Operasi tanggap darurat dimulai sejak pagi dan memprioritaskan kelompok rentan, yakni lanjut usia dan ibu hamil yang mengalami guncangan psikologis serta trauma akibat gempa susulan bermagnitudo 6,0.

Sejumlah warga dievakuasi ke lokasi penanganan yang lebih aman dan memadai. Seorang warga lansia dievakuasi dari Posko Mandiri di Ronting, Kabupaten Manggarai Timur, menuju Posko Polisi untuk mendapatkan perlindungan dan pemantauan lebih lanjut.

Sementara itu, seorang ibu hamil dievakuasi menuju Posko Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Damer, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, untuk memperoleh penanganan medis yang lebih spesifik.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menegaskan seluruh unsur SAR di lapangan tetap dalam kondisi siaga penuh untuk merespons setiap perkembangan situasi pascagempa.

“Operasi SAR terus kami fokuskan pada penyisiran di wilayah terdampak, pendataan dan pemantauan kondisi masyarakat bersama BPBD serta pemerintah daerah, sekaligus memastikan kesiapan evakuasi medis bagi warga yang membutuhkan,” ujar Yudhi dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8).

Selain penyisiran, Tim SAR Gabungan juga memperkuat koordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, dan Posko Kesehatan Kemenkes agar setiap warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera memperoleh penanganan yang tepat dan cepat.

Dua Gempa Susulan Guncang NTT

Operasi evakuasi ini berlangsung di tengah rangkaian gempa susulan yang kembali mengguncang NTT sepanjang Kamis pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua gempa tektonik cukup besar.

Pertama, terjadi pukul 05.45.20 WIB dengan magnitudo M5,8 pada kedalaman 10 km. Episenter berada di darat pada koordinat 8,35° LS; 120,63° BT, atau 34 km timur laut Ruteng, Manggarai.

Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan turun (normal fault). Guncangan dirasakan dengan skala V-VI MMI di Kabupaten Manggarai, IV MMI di Nagekeo, III-IV MMI di Manggarai Barat, dan III MMI di Sikka.

Gempa kedua terjadi pukul 09.47.00 WIB dengan magnitudo M5,7 pada kedalaman 10 km. Episenternya berada di darat, 36 km timur laut Ruteng, Manggarai, pada koordinat 8,33° LS; 120,64° BT. Berbeda dari gempa sebelumnya, mekanisme sumber gempa ini menunjukkan pergerakan turun geser (normal-oblique).

Guncangan dirasakan V-VI MMI di Manggarai, V MMI di Nagekeo dan Ende, serta III-IV MMI di Manggarai Barat, Sumba Timur, dan Sikka.

BMKG memastikan kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Keduanya merupakan rangkaian susulan dari gempa utama M7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 05.58.23 WIB.

Hingga hari ini pukul 08.00 WIB pagi, BMKG mencatat 3.489 aktivitas gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6,2 usai gempa besar pekan lalu.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia meminta publik hanya mengacu pada informasi resmi BMKG yang disebarkan melalui kanal terverifikasi.

Baca juga artikel terkait GEMPA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Hendra Friana