Menuju konten utama

Gempa M4,9 Guncang Manggarai NTT Pagi Ini, Tak Potensi Tsunami

Flores diguncang gempa M4,9 hari ini. BMKG ungkap aktivitas gempa susulan pascagempa besar Agustus lalu sudah mencapai 15.478 kali.

Gempa M4,9 Guncang Manggarai NTT Pagi Ini, Tak Potensi Tsunami
Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,9 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 14 September 2026. FOTO/BMKG.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,9 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (14/9/2026) pagi pukul 06.40 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa dangkal yang berpusat di laut ini tidak berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berpusat di laut, sekitar 56 kilometer barat laut Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa M4,9 tersebut berada pada kedalaman 10 kilometer dengan episenter di koordinat 8,13° Lintang Selatan dan 120,30° Bujur Timur.

Meski berpusat di laut, hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, S.Si., M.Si., menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, gempa ini merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust.

Sementara mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan naik atau thrust.

"Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Flores. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, intensitas gempa mencapai III-IV MMI di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat," ungkapnya Senin (14/9/2026) pagi.

Pada skala tersebut, guncangan pada siang hari dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Sementara di Kabupaten Ngada, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI, yang ditandai getaran yang dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

BMKG menyebut gempa M4,9 ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa besar bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58.23 WIB.

Hingga Senin, 14 September 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG telah mencatat sebanyak 15.478 aktivitas gempa bumi susulan di wilayah tersebut.

Dari ribuan aktivitas gempa susulan itu, gempa dengan magnitudo terbesar tercatat mencapai M6,2.

BMKG memastikan aktivitas gempa susulan masih terus dipantau. Informasi terbaru akan disampaikan kepada pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat sesuai perkembangan aktivitas kegempaan.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BMKG juga mengingatkan warga untuk menghindari bangunan yang telah mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa.

Masyarakat diminta memperoleh informasi mengenai gempa dan potensi tsunami hanya melalui kanal resmi BMKG.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT atau tulisan lainnya dari Mario Wihelmus PS

tirto.id - Flash News
Reporter: Mario Wihelmus PS
Penulis: Mario Wihelmus PS
Editor: Siti Fatimah