Menuju konten utama

Forensik Ungkap Luka Cekik & Bekas Kuku di Fisik Kacab Bank BUMN

Ahli forensik temukan luka cekikan dan bekas kuku di leher Kacab Bank BUMN Muhammad Ilham Pradipta. Kematian dipastikan tidak wajar akibat benda tumpul.

Forensik Ungkap Luka Cekik & Bekas Kuku di Fisik Kacab Bank BUMN
Ahli kedokteran forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdokkes Polri, Asri Megaratri saat menjadi saksi ahli dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi bagi terdakwa TNI aktif antara lain: Serka Muchammad Nasir (Terdakwa I), Kopda Feri Herianto, (Terdakwa II), dan Serka Frengky Yaru (Terdakwa III) di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026). tirto.id/ M. Irfan Al Amin

tirto.id - Ahli kedokteran forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdokkes Polri, Asri Megaratri Pralebda mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan adanya luka di bagian leher milik Kepala Cabang Bank BUMN, Muhammad Ilham Pradipta dan menjadi indikasi penyebab kematiannya.

Meski demikian, Asri tak memberikan kesimpulan spesifik bahwa kematian Ilham tersebut akibat cekikan.

"Lebih jelas lebih detail sebab matinya ini menimbulkan mati lemas ini sebabnya apa? Apakah karena ada suatu perbuatan katakanlah kayak mencekik? Kayak kalau mencekik apakah ketika pemeriksaan mayat ini ada jejak bekas cekikan di leher korban yang saksi temukan atau bagaimana?" tanya Oditur Wasinton Marpaung dari Oditurat Militer II-07 Jakarta.

Oditur bertanya dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi bagi terdakwa TNI aktif antara lain: Serka Muchammad Nasir (Terdakwa I), Kopda Feri Herianto, (Terdakwa II), dan Serka Frengky Yaru (Terdakwa III) di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).

"Kemudian dari gambaran luka-luka yang ada di kulit leher itu cocok dengan perbuatannya itu cocok dengan perbuatan mencekik. Cekik. Iya. Jadi ada gambaran-gambaran khas pada kulit leher itu bentuknya seperti kuku ya. Garis melengkung, melengkung, melengkung nah itu sepertinya cocok dengan dicekik," jawab Asri.

Selain bekas cekik, Asri menyampaikan bahwa pihaknya menemukan bekas goresan kuku di leher Ilham.

"Tapi pada jenazah ini luka-lukanya seperti bukan seperti memang ada gambaran luka-lukanya yang khas dengan bekas kuku-kuku gitu," ujar Asri.

Meski tak menyimpulkan bahwa Ilham Pradipta mengalami pencekikan, namun Asri menegaskan bahwa kematian Ilham Pradipta akibat luka benda tumpul di lehernya.

Walaupun di saat bersamaan, pihak forensi juga menemukan adanya luka kekerasan benda tumpul di dada Ilham Pradipta, namun Asri menegaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi penyebab kematiannya.

"Karena di dada ada juga kekerasan tumpul yang bikin patah-patah tulang. Karena di leher itu tadi jalan oksigen menuju ke otak sehingga itu yang dominan menyebabkan kematian," jelas Asri.

Saat menjawab pertanyaan hakim, Asri juga menegaskan bahwa Ilham meninggal secara tidak wajar. Asri menyampaikan bahwa dari hasil otopsi, pihaknya tidak menemukan penyakit penyebab kematian di dalam fisik Ilham.

"Terus bisa ahli simpulkan bahwa saat periksa almarhum korban lah ya korban itu murni tidak wajar tadi. Iya. Nah pertanyaan saya apakah ada penyakit lain?" tanya hakim anggota Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

"Kita memang melakukan pemeriksaan pada saat otopsi apakah suatu jenazah itu ada stroke hemoragik, stroke di kepala, pendarahan-pendarahan di kepala. Itu pada korban ini otak besar dan otak kecilnya tidak ada pendarahan tidak ada tumor yang bisa menyebabkan mati," jawab Asri.

"Artinya memang tidak wajar ya?" tanya hakim.

"Iya di jantung juga demikian kita cari penyakit-penyakitnya," jawab Asri.

"Ada luka benda tajam?" tanya hakim.

"Tidak ada semuanya tumpul kekerasan tumpul ya hanya ada memar dan lecet ya dan patah tulang," jawab Asri.

Baca juga artikel terkait KASUS PEMBUNUHAN atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Dipna Videlia Putsanra