Festival Film LGBT di Haiti Ditunda Terkait Ancaman

Oleh: Yuliana Ratnasari - 29 September 2016
Festival Film LGBT pertama di Haiti terancam gagal diselenggarakan setelah adanya ancaman akan membakar gedung lokasi kegiatan. Pemerintah juga tidak mendukung acara ini dengan menganggapnya sebagai bahaya besar.
tirto.id - Festival film yang diharapkan dapat memberi angin segar bagi komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender di Haiti terpaksa harus ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Penundaan Festival Massimadi ini disebabkan ancaman yang diterima para staf Kouraj, panitia penyelenggara festival film LGBT itu, lewat telepon genggam dan akun media sosial pribadi mereka.

Salah satu ancaman yang diterima lewat Facebook mengatakan bahwa Jeudy dan stafnya sebaiknya melakukan bunuh diri. Seperti yang dikutip Antara, Kamis (29/09/2016), salah seorang staf Kouraj yang tidak mau disebutkan namanya mengkhawatirkan terjadinya kekerasan berdasarkan realitas di Haiti yang ia ketahui.

Menanggapi adanya ancaman itu, Charlot Jeudy, Presiden Kouraj menyatakan kecemasan yang dirasakan dirinya dan stafnya. Ia juga menganggap peristiwa ini sebagai pukulan intoleransi. “Kami sangat cemas akan keselamatan diri kami dan teman-teman LGBT di negara ini,” ujar Jeudy.

Kouraj tidak hanya mendapatkan ancaman dari banyak pihak, tetapi juga larangan verbal dari pemerintah. Salah satunya datang dari pihak kepolisian Port-au-Prince, Jean Danton Leger yang memerintahkan agar festival yang sebelumnya telah diselenggarakan tiap tahun di Brussels dan Montreal tersebut, dibatalkan dengan alasan moral. Senator Jean Renel Senatus pun ikut menambah tekanan dengan mengatakan dalam akun Facebooknya bahwa festival itu menimbulkan bahaya besar bagi Haiti.

“Festival itu bertujuan mempromosikan homoseksualitas di negara Haiti, untuk menyebarkan nilai-nilai yang berlawanan dengan moral masyarakat,” tambahnya sebagaimana terlansir dalam BBC.

Hingga kini belum diberitakan tanggapan dari masyarakat Haiti terkait Festival Massimadi ini. Namun, BBC melaporkan sebuah aksi protes melawan homoseksual terjadi pada Juli 2013 yang digalakkan oleh kelompok gereja evangelis.

Organisasi HAM di Haiti mengatakan, serangan verbal maupun nonverbal yang diterima oleh anggota LGBT dan kelompok interseks seringkali tidak ditindaklanjuti secara hukum. Selain itu tidak sedikit pula politisi yang membuat komentar homofobik semasa pemilihan umum. Padahal tidak terdapat hukum yang melarang homoseksualitas di negara yang terletak di Karibia itu.

Baca juga artikel terkait LGBT atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari