Emak-Emak Prabowo-Sandi Mengajak Pendukung Jokowi-Ma'ruf agar Tobat

Oleh: Dieqy Hasbi Widhana - 1 Maret 2019
Dibaca Normal 3 menit
Emak-emak dalam Pepes "menyeruduk kandang banteng", "memutihkan kawasan merah", hingga bikin pemilih Jokowi "tobat".
tirto.id - Empat puluh enam hari menjelang Pilpres 2019, nama Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandiaga (Pepes) melambung. Salah satu pengurus daerahnya, Citra Widaningsih, diduga menyebarkan kampanye hitam menyerang Presiden Joko Widodo.

Belum genap dua bulan menjadi Koordinator Wilayah Pepes Karawang, Citra ditetapkan tersangka dan ditahan di Polres Karawang. Selain dia, dua rekannya yang dijerat delik UU ITE adalah Engqay Sugiyanti dan Ika Peranika. Meski begitu, Wakil Korwil Pepes Karawang Rosyi enggan mengakui Engqay dan Ika sebagai anggota Pepes.

“Mereka itu simpatisan, bukan relawan,” kata Rosyi, Kamis kemarin (28/2).

Sampai kini Rosyi belum berani menjenguk koleganya di tahanan dengan alasan takut ditanyai wartawan.

Citra, Engqay, dan Ika dibekuk polisi saat menggelar 'Pepes Kepung', upaya mereka mengenalkan elektorat dari pintu ke pintu untuk memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Mereka membagikan stiker, suvenir, hingga nasi bungkus.

Kegiatan 'Pepes Kepung' kerap dipelesetkan menjadi "menyeruduk Kandang Banteng”, "memutihkan Kawasan Merah”, hingga dalam sebutan mereka "membuat tobat" pemilih Jokowi-Ma’ruf Amin. Gerakan 'Pepes Kepung' menyasar wilayah yang "sudah dipenuhi atribut" kampanye partai pendukung Jokowi-Ma'ruf.

Wulan, Ketua Umum Pepes, menegaskan percuma mendatangi wilayah yang sudah pasti dominan memilih Prabowo-Sandiaga. Ia juga berkata 'Pepes Kepung' bergerak ke daerah yang belum disentuh kedua pasangan kandidat Pilpres 2019.

“Ngapain capek-capek, udah dana sendiri, pergi sendiri, ongkos sendiri, sudah pasti pilih 02. Itu mah reuni,” kata Wulan, Rabu pekan ini.


Wulan menyebut "kecolongan" atas tindakan yang dilakukan Citra Widaningsih di Karawang. Harusnya, kata dia, setiap anggota Pepes melaporkan sebelum dan setelah kegiatan.

Sebenarnya yang bisa lebih dekat memantau kinerja Citra adala Lisa Lutrisa, dokter dan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bekasi.

Lisa adalah mentor Pepes di bidang kesehatan, lingkungan dan agama, mendampingi kinerja seluruh Korwil di 10 wilayah: dari Aceh, Karawang, Demak, Jember, hingga Sorong (Papua).

Lisa kerap menggelar 'Pepes Kepung' bersama Citra di Karawang. Ia pernah mengunggah rekaman video ke akun Twitter saat ia merayu warga agar tidak golput.

"Bila golput, akan diisi PKI," cuit Lisa yang sudah dihapus.

Konsultan politik Yunarto Wijaya, yang pernyataan terbukanya di media sosial condong ke Jokowi, pernah merespons cuitan Lisa dengan sindiran; menyebut Lisa "mengarang" tentang PKI saat sosialisasi door to door memilih Prabowo-Sandiaga.

Saat saya mengontak via telepon, Lisa enggan buka suara dan meminta pendapatnya disamakan dengan Wulan.

Partai Impian Sandiaga

"Dari semua partai, yang belum ada partai emak-emak. Kami ingin berjuang untuk partai emak-emak," kata Sandiaga Uno saat mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum, 10 Agustus 2018. Dua bulan setelahnya, Pepes dideklarasikan.

Hingga kini Pepes tak terdaftar sebagai organisasi legal di Ditjen Administrasi Hukum, Kementerian Hukum dan HAM. Pepes juga tak punya kantor pusat. Tapi Pepes terdaftar sebagai relawan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga.

Wulan berkata syarat menjadi relawan tim sukses Prabowo-Sandiaga adalah memiliki anggota di pelbagai kota di Indonesia. Tak ada syarat harus berbadan hukum.

“Minimal anggota 300 orang, kalau enggak salah,” kata Wulan.

Wulan adalah orang lama dari bagian relawan pada momen pemilu. Saat Pilkada DKI Jakarta 2017, ia menjadi relawan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Wulan juga pendiri Komunitas Pemuda Indonesia dan Fahri Voice, pendukung Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Ketiga organisasi yang tak berbadan hukum itu kerap berkegiatan di tempat yang sama: Kedai Jadoel, Duren Sawit, Jakarta Timur.

“Jadi Fahri Voice kayak cheerleader. Bang Fahri seperti kakak saja,” ujarnya. Sementara rekan Fahri, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, didapuk menjadi penasihat Pepes.

Untuk menggerakkan sendi-sendi Pepes di daerah, Wulan dibantu empat mentor: Evvy Lamora, Umi, Dewi, dan Lisa.

Setiap mentor membina dan menjadi pelopor Korwil yang jumlahnya terus berubah. Selain itu, Pepes memiliki lima anggota khusus penggerak media sosial: Tari, Yeniva Lovita, Nia, Ichaa, dan Rossy.

Pepes kerap mendekati warga dengan membentuk forum pelatihan wirausaha. Strategi ini bekerja sama dengan Gerakan One Kecamatan One Center of Enterpreneurship (OK-OCE), yang jadi jualan kampanya Sandiaga saat memenangkan Jakarta pada 2017. Usai pelatihan, semua peserta dipastikan menjadi anggota OK-OCE.

“Misalnya di Depok, pengusaha semua--pengusaha sedang, punya restoran, punya butik--jadi mereka lebih seneng pelatihan UMKM,” ujarnya.

Maka, tidak heran jika tempat usaha anggota menjadi sekretariat Pepes di daerah. Misalnya, Pepes Karawang yang sekretariatnya di gerai milik mantan Korwilnya, yakni Kurnia.

Bahkan beberapa anggota Pepes kerap mengganti atau menyelipkan merek dagangannya pada nama sendiri. Misalnya, Kurnia yang disapa Mak Zuma memiliki toko roti bernama Azuma. Contoh lain adalah Lisa Lutrisa yang menyelipkan nama restorannya, yakni Amarta Tara, dalam nama akun Twitter-nya.


Infografik HL Indepth Emak Emak Pilpres 2019
Infografik Emak Emak Pilpres 2019. tirto.id/Lugas

Kegiatan "Sosial" Pepes Mengikuti Organ Pro-Prabowo

Demi menjaring pemilih Prabowo-Sandiaga, Pepes menggelar bakti sosial. Acara itu bisa berupa pemeriksaan kesehatan gratis, sosialisasi tentang penyakit DBD, hingga donor darah.

Bakti sosial itu kerap melibatkan bentuk kerjasama yang lebih besar. Misalnya, kegiatan Pepes Bogor bekerja sama dengan Fadli Zon dan Riza Ristiyani pada 25 Februari 2019. Kedua politikus Partai Gerindra itu adalah calon anggota legislatif DPR dan DPRD Kabupaten Bogor.

Berkat kedekatan Riza dengan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, acara itu juga dibantu Jamkes Watch KSPI. Pada agenda baksos lain, Pepes Bogor bekerja sama dengan Padi Medika, ikatan dokter yang mendukung Prabowo-Sandiaga.

“Caleg itu enggak melulu bisa begitu (kerja sama) juga, sih. Karena enggak semua caleg punya duit--kalau saya bilang, 'caleg duafa',” keluh Wulan.


Selain itu, klaim Wulan, Pepes kerap didapuk sebagai bagian dalam panitia penyambutan lawatan Prabowo dan Sandiaga ke daerah.

Kini, lantaran pengurusnya di daerah Karawang terjerat kasus pidana, beberapa pengurus Pepes lain dirisak dan dikuliti (doxing) di media sosial. Wulan mengaku tak semua anggota Pepes mampu menangani serangan itu. Namun, ia menuding pelakunya adalah kubu Jokowi-Ma’ruf.

“Ketika ada serangan ini, ya kami kaget, syok. Mohon maaf, ya, kubu 01 kenapa sampai belingsatan begitu sih sama kami? Biasa aja kali. Ngapain dokter Lisa sampai diumbar privasinya?” ujarnya.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Dieqy Hasbi Widhana
(tirto.id - Indepth)

Reporter: Dieqy Hasbi Widhana & Widia Primastika
Penulis: Dieqy Hasbi Widhana
Editor: Fahri Salam
Artikel Lanjutan