Menuju konten utama

Eks Wakapolri Oegroseno Diperiksa terkait Kasus Ijazah Jokowi

Oegroseno, Din Syamsudin, dan Mohammad Sobari diajukan sebagai ahli oleh Roy Suryo dkk.

Eks Wakapolri Oegroseno Diperiksa terkait Kasus Ijazah Jokowi
Eks Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno saat menghadiri pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam kapasitas sebagai ahli untuk tersangka Roy Suryo cs, Kamis (12/2/2026). tirto.id/Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tiga tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong ijazah palsu Presiden ke-7, Joko Widodo, menghadirkan tiga ahli ke penyidik Polda Metro Jaya.

Ketiganya adalah eks Wakapolri, Komjen (Purn) Oegroseno, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, dan Budayawan Mohammad Sobari. Ketiganya sudah hadir di ruang penyidik untuk memberikan keterangan.

"Jadi saya hadir di sini akan memberikan peran saya sebagai Bhayangkara tua, abdi negara, abdi utama dari negara dan bangsa. Tidak boleh berhenti untuk mengikuti perkembangan institusinya," ungkap Oegroseno di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).

Dia menerangkan pandangan mengenai kasus dugaan ijazah palsu Jokowi ini akan disampaikannya setelah menjalani pemeriksaan. Sehingga, dia enggan berbicara banyak.

Di sisi lain, tersangka Tifa Fauziah menerangkan, dirinya bersama Rismon dan Roy Suryo menghadirkan Oegroseno untuk menerangkan mengenai aturan KUHAP. Dia tak memungkiri bahwa Oegroseno adalah gurunya dalam hal berdiskusi mengenai aturan hukum.

"Bapak Jendral, guru saya, guru kami, guru Seno, yang selama ini menjadi kawan diskusi. Menjadi tempat kami bertanya tentang hukum acara pidana. Jadi beliau nanti akan memberikan penjelasan berdasarkan keahlian beliau hukum acara pidana," tutur Tifa.

Lebih lanjut Tifa menerangkan, untuk ahli dari Budayawan, Mohammad Sobari, dihadirkan untuk menjelaskan narasi-narasi dan hasil-hasil penelitian yang menjadi rujukan dalam meneliti ijazah Jokowi selama ini. Sehingga, akan tergambarkan berbagai macam hal yang bersifat keilmiahan dan kebudayaan.

"Dan termasuk bagian dari sini adalah kami nanti akan menegakkan bagaimana nanti kami akan bersama memulihkan dan memutihkan sejarah yang selama sepuluh tahun ini (ijazah yang menjadi modal Jokowi menjadi presiden)," ungkap dia.

Sementara itu, untuk cendekiawan Din Syamsudin terlihat tidak hadir bersamaan. Namun, dia memastikan bahwa Din tetap akan hadir menyusul.

Baca juga artikel terkait IJAZAH JOKOWI atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto